Melanjutkan Komitmen

SEKALIPUN ketua umum sudah berganti, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Selatan tetap berkomitmen memberangkatkan pembalap ke PON 2016.

Kalsel meloloskan kategori perorangan dan beregu kelas 150cc, serta kategori perorangan kelas 125cc di kualifikasi PON 2016 yang berlangsung di Sirkuit Karting Sentul.

Tiket di kelas 150cc disumbangkan Alfian Rahman yang finish di peringkat kelima. Finish di posisi tersebut, Alfian membawa Kalsel lolos ke PON 2016 nomor perorangan. Sesuai dengan regulasi kategori perorangan, setiap grup diambil sepuluh pembalap terbaik ke Jawa Barat 2016.

Selain lolos dari nomor perorangan, Alfian juga membawa Kalsel menembus nomor beregu 150cc. Bersaing dengan semua pembalap dari Grup A dan B, Alfian berada di peringkat 13 atau satu peringkat di atas kuota terakhir nomor beregu.

Namun Maulana Noor Khairi yang diturunkan di kelas 125cc, hanya finish urutan 17. Walau lolos di kategori perorangan, posisi tersebut membuat Kalsel urung masuk kualifikasi kategori beregu yang mengambil 14 pembalap finisher.

Hanya lolos melalui kuota, dipastikan pembalap tidak diakomodir KONI Kalsel. Sesuai dengan SK Nomor 2/2013, hanya peraih medali yang berhak menikmati fasilitas.

Namun IMI Kalsel tidak mempedulikan regulasi tersebut, karena telah berkomitmen mengikuti PON 2016, sekalipun harus menggunakan dana sendiri. Komitmen itu juga dipegang Ir Edy Sudarmadi yang terpilih sebagai ketua umum IMI Kalsel periode 2016-2020.

Lewat suara mutlak alias aklamasi, Edy menggantikan H Sutarto yang sudah menjabat dua periode semenjak 2008-2012. Pemilihan atau lebih tepatnya penunjukan resmi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) IMI Kalsel, dilangsungkan di Ball Room Hotel Nasa, Sabtu (23/1).

“Sesuai komitmen kepengurusan terdahulu, kami juga beranggapan demikian. Pembalap Kalsel punya potensi, sehingga mereka layak bertanding di PON 2016,” tegas Edy.

SK Nomor 2/2013 sendiri berpeluang dianulir dalam Rapat Koordinasi KONI Provinsi (Rakonprov) 2016. Hal tersebut disebabkan banyak tentangan dari pengurus cabang olahraga, mengingat beberapa di antaranya tidak mengaplikasikan medali dalam kualifikasi.

“Kalau soal perubahan, kami hanya mengikuti perkembangan. Terpenting kami sudah berkomitmen dulu untuk berpartisipasi di PON 2016,” tegas Edy.

Kengototan IMI Kalsel juga disebabkan sudah mengeluarkan banyak biaya. Selain akomodasi dan transportasi, motor yang digunakan juga tidak gratis lantaran juga digunakan di PON 2016.

Kualifikasi balap motor PON 2016 menggunakan motor Yamaha MX King 150 di kelas 150cc dan Honda Blade 125 injeksi untuk kelas 125cc atau khusus di bawah 20 tahun.

Terdapat empat motor yang disediakan untuk masing-masing daerah. Motor tersebut ditebus dengan biaya Rp47,5 juta dengan modifikasi minimal antara lain knalpot, sok, footstep dan ban.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783