Terbaik Tanpa Poin

PERINGKAT 15 menjadi pencapaian Rio Haryanto di GP F1 Monaco, Minggu (29/5). Walau paling baik di antara hasil-hasil sebelumnya, tetap saja pembalap kelahiran Indonesia itu urung memperoleh poin.

Balapan di Sirkuit Monaco tidak berlangsung normal. Lintasan yang basah membuat semua pembalap start di belakang safety car hingga lap 7. Selama dipandu safety car, pembalap dilarang saling mendahului.

Tetapi belum satu lap balapan normal berjalan, terjadi kecelakaan yang dialami Jolyon Palmer, sehingga balapan dalam situasi virtual safety car. Palmer menabrak dinding pembatas, hingga pecahan mobil harus dibersihkan dari lintasan.

Akibat sejumlah insiden, Rio Haryanto mampu memperbaiki posisi. Memulai balapan nomor dua dari belakang, pembalap kelahiran Indonesia itu berjarak lima posisi dari sepuluh besar di lap 8.

motorsport
motorsport

Setelah balapan berlalu 16 putaran, posisi Rio terus melorot. Lantas insiden antara Kevin Magnussen dan Daniil Kvyat membawa berkah untuk pembalap Manor Racing itu, sehingga bisa kembali ke posisi semula.

Akhirnya Rio mengakhiri balapan dengan selisih lima anak tangga dari zona poin atau peringkat sepuluh. Rio menyelesaikan balapan tepat di belakang Pascal Wehrlein.

Kendati mencapai finis terbaik, sesungguhnya Rio menjadi pembalap terakhir yang menyentuh garis finish, karena tujuh pembalap lain tak mampu menyelesaikan lomba.

Mereka yang gagal menyelesaikan balapan adalah Palmer, Marcus Ericsson, Felipe Nasr, Max Verstappen, Kevin Magnussen, Daniil Kvyat dan Kimi Raikkonen.

Dengan demikian, Rio belum meraih satu poin pun hingga seri keenam balapan tersebut. Untuk memperoleh minimal 1 poin, seorang pembalap harus finish kesepuluh.

“Kami menjalani balapan yang sulit, terutama di fase-fase awal dalam lintasan basah. Selanjutnya saya berada dalam ritme kecepatan yang bagus,” ungkap Rio seperti dilansir cnnindonesia.

“Namun menuju akhir perlombaan, lintasan begitu padat dan saya harus berlomba di bawah bendera biru. Hal itu membuat saya harus berusaha mempertahankan temperatur ban dan akibatnya saya kehilangan banyak waktu untuk satu lap,” sambungnya.

Rio finish 4 lap di belakang Lewis Hamilton yang memenangi GP Monaco. Sedangkan Wehrlein 2 lap di belakang sang juara bertahan Formula One tersebut. Wehrlein bahkan menerima hukuman penalti 20 detik, karena tidak menggubris bendera biru dan terlalu cepat ketika virtual safety car.

Direktur Balap Manor Racing, Dave Ryan, ternyata cukup puas dengan hasil yang diperoleh Rio dan Wehrlein. Salah satunya disebabkan kemampuan mereka bertahan di lintasan, ketika tujuh pembalap lain gagal finish.

“Dua mobil finish 14 dan 15 bukan hasil yang buruk. Apalagi balapan cukup berat dengan start basah dan tantangan lalu lintas khas Monako. Sulit mempertahankan momentum yang dimiliki ketika memulai balapan,” cetus Ryan.

“Kedua pembalap melakukan pekerjaan yang baik dalam debut di Monaco. Terlepas dari kegagalan finish pembalap lain, mereka berhasil menjaga diri dari masalah dan mencapai bendera finish,” tandasnya.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783