komat-kamit
komat-kamit

WALAU masih dipolemikkan beberapa pihak, PB PON 2016 Jawa Barat memastikan venue balap motor dipindah dari Sirkuit Gery Mang Subang ke Sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya.

Pemindahan tersebut disebabkan pengembangan Gery Mang terkendala pembebasan lahan untuk pelebaran sirkuit. Padahal dana pelebaran sudah disediakan Pemprov Jabar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Belakangan diketahui anggaran pembebasan lahan tersebut tidak pernah dianggarkan dalam APBD Subang. Lahan yang harus dibebaskan adalah seluas 2.300 meter persegi berupa lima kapling tanah yang dikuasai 11 warga.

Penetapan Bupati Subang, Ojang Suhandi, sebagai tersangka gratifikasi dan penyuapan jaksa di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), juga memperkeruh suasana.

“Kami tak punya banyak waktu untuk menunggu proses perbaikan di Subang, sehingga diputuskan balap motor dipindah ke Tasikmalaya,” tegas Yudha Saputra, Ketua Bidang Pertandingan PB PON 2016 kepada Kantor Berita Antara.

Gery Mang tercatat memiliki panjang sekitar 1.200 meter dengan lebar bervariasi antara 6, 8, hingga 12 meter. Panjang trek itu belum memenuhi standar PB Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang menetapkan minimal 2.000 meter untuk event berskala nasional.

Sementara Bukit Peusar juga merupakan sirkuit permanen yang sering menjadi tuan rumah berbagai event lokal maupun nasional. Sebelum ditetapkan sebagai venue baru balap motor, Bukit Peusar juga sudah diinspeksi IMI Jabar.

Bukit Peusar yang diresmikan 2008, berdekatan dengan objek wisata Situ Gede. Semula hanya sepanjang 1.175 meter yang ditambah menjadi 1.325 meter. Pengembangan sirkuit juga diklaim tidak masalah, karena masih tersedia banyak lahan kosong.

balap motor
balap motor

Bukit Peusar memiliki variasi tikungan yang komplit dari tikungan putar balik lambat sampai chamber. Ditambah kontur trek yang naik turun mengikuti bentuk permukaan dataran sekitar.

“Pemindahan lokasi pertandingan kebanyakan dilakukan ke lokasi yang punya infrastruktur sudah siap. Layanan kontingen juga disesuaikan dan semuanya sama sekali bukan kendala,” tegas Ahmad Heryawan, Ketua PB PON 2016 yang juga Gubernur Jabar kepada Berita Satu.

“Prosedur dan administrasi penggunaan fasilitas alternatif itu telah rampung, termasuk surat keputusan kepindahan venue. Persiapan terus dimaksimalkan, sementara 16 Sub PB PON di daerah juga sudah mulai bergerak,” sambungnya.

Subang sendiri berjarak sekitar 48 kilometer dari Bandung dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Sementara arak tempuh Bandung menuju Tasikmalaya sekitar 109 kilometer dengan waktu tempuh 2,5 jam.

Selain balap motor, dua venue cabang olahraga lain juga mengalami pemindahan. Bulutangkis dari GOR Bandung ke GOR Bima Kota Cirebon, sedangkan tarung derajat dari GOR Bandung ke GOR Padjajaran.

“Memang kecewa dengan pembatalan Gery Mang. Tetapi kami tak bisa bertindah lebih jauh dan ini sekalipun menjadi pengalaman kami,” sahut Imas Aryumningsih, Pelaksana tugas Bupati Subang seperti dilansir Pos Bali.

“Pembebasan lahan itu harus dianggarkan dalam APBD. Namun dalam APBD 2016, itu tidak teranggarkan sehingga kami tidak bisa melakukan pembebasan lahan. Kendati demikian, perbaikan tetap dianggarkan untuk event-event selanjutnya,” tandasnya.

Subang patut kecewa batal menjadi tuan rumah, mengingat balap motor merupakan salah satu primadona kontingen PON XIX. Meski hanya memperebutkan empat emas, balap motor diikuti 31 provinsi.

Jumlah provinsi yang mengirimkan pembalap, sama dengan karate dan atletik. Bedanya hanya jumlah peserta, karena balap motor 84 atlet, sedangkan karate dan atletik masing-masing diikuti 202 atlet dan atletik 335 atlet.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783