Tinggal Bawa Badan

TIDAK seperti kualifikasi, pelaksanaan putaran final balap motor di PON Jawa Barat 2016 lebih dipermudah. Pembalap dari 31 provinsi hanya tinggal datang, lantaran semua unit motor disediakan.

Sebelumnya di kualifikasi yang berlangsung di Sirkuit Karting Sentul, setiap provinsi diharuskan menebus dua unit motor, serta biaya penggantian beberapa spare part.

Dengan biaya sekitar Rp45 juta, setiap provinsi peserta mendapatkan satu unit Yamaha MX King untuk kelas 150 cc dan Honda Blade FI 125 di kelas 125cc.

Dari hasil kualifikasi tersebut, Kalimantan Selatan meloloskan pembalap di kategori perorangan dan beregu kelas 150cc, serta kategori perorangan kelas 125cc U-20.

Sementara untuk putaran final yang berlangsung di ke Sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya, sistem dan peralatan sedikit berbeda.

Panitia Besar (PB) PON 2016 memastikan kelas 150cc menggunakan Honda Sonic 150. Hanya kelas 125cc yang tetap menggunakan Honda Blade 125 FI. Kesemua unit motor tersebut telah disediakan di tempat.

imikalsel
imikalsel

“Semula kami berencana menggunakan sistem yang sama dengan kualifikasi, yakni dengan cara melakukan kerjasama dengan Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM),” jelas Yudha M Saputra, Kepala Bidang Pertandingan PON 2016, Kamis (28/7).

“Ternyata proses ikatan kerjasama ini cukup panjang. Akhirnya kami memutuskan membeli semua unit motor yang diperlukan, lengkap dengan spare part pendukung. Artinya pembalap tinggal datang dan langsung bertanding,” sambungnya.

Modifikasi yang dilakukan untuk motor di putaran final, juga sama seperti Pra PON. Modifikasi hanya menambah keamanan, seperti penggantian selang rem, knalpot, sok belakang dan ban.

Keputusan PB PON 2016 menyediakan motor dianggap cukup bijak. Peserta dipastikan tidak mengeluarkan biaya transportasi tambahan untuk mengangkut motor dari daerah masing-masing.

Selain motor yang tinggal digunakan, PB PON 2016 juga mengklaim Sirkuit Bukit Peusar sudah siap menggelar balap motor PON 2016. Di antaranya pengaspalan ulang lintasan, serta penempatan paddock.

Terlebih Bukit Peusar sering menjadi tuan rumah berbagai event lokal maupun nasional. Sebelum ditetapkan sebagai venue baru balap motor, Bukit Peusar pun sudah diinspeksi IMI Jabar.

Bukit Peusar yang diresmikan 2008, berdekatan dengan objek wisata Situ Gede. Semula hanya sepanjang 1.175 meter yang ditambah menjadi 1.325 meter. Pengembangan sirkuit juga diklaim tidak masalah, karena masih tersedia banyak lahan kosong.

Bukit Peusar memiliki variasi tikungan yang komplit dari tikungan putar balik lambat sampai chamber. Ditambah kontur trek yang naik turun mengikuti bentuk permukaan dataran sekitar.

Demi PON 2016, Jabar sendiri menggunakan biaya sebesar Rp2,8 triliun yang diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Jabar juga memperoleh bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebesar Rp100 miliar.

Selain menggelar PON XIX yang dimulai 17 September 2016, Jabar sebelumnya menjadi penyelenggara Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIII/2015 dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XII/2016.

Pun sekitar sepekan setelah PON berakhir, tepatnya 15 hingga 24 Oktober 2016, Jabar masih harus menjadi tuan rumah Pekan Paralympian Nasional (Peparnas) XV/2016.

  • reply Tidak Takut Hujan – IMI KALSEL ,

    […] Sementara di kelas 125cc, motor yang dipakai tetap Honda Blade Fi, juga eks kualifikasi PON 2016. Baik Sonic maupun Blade Fi merupakan motor-motor yang digunakan di PON 2016 (Baca: Tinggal Bawa Badan). […]

    Leave a comment

    • IMI KALSEL

      JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783