Terpaksa Menjadi Cadangan

getty images

getty images

STATUS Rio Haryanto bukan lagi pembalap utama Manor Racing di Formula 1 2016. Ini masih lebih baik ketimbang pemutusan kontrak sama sekali.

Untuk mendapatkan kursi pembalap Manor, Rio harus menyetorkan dana sebesar 15 juta euro. Namun hingga paruh musim F1 terlewati, Rio hanya sanggup membayar 8 juta euro.

Akhirnya sesuai dengan kesepakatan, Manor memutus kontrak Rio sebagai pembalap utama. Mereka selanjutnya mendapuk Esteban Ocon sebagai pengganti.

“Manor Racing mengumumkan telah mengambil keputusan untuk memutus kontrak Rio sebagai pebalap utama, setelah tidak mampu memenuhi kewajiban sesuai kontrak,” demikian penjelasan resmi Manor, Rabu (10/8).

Meski kontrak sebagai pembalap utama diputus, Manor masih memberi pembalap kelahiran Indonesia itu kesempatan terlibat dengan mereka. Opsi tersebut adalah menjadi pembalap cadangan.

“Kami menghargai tawaran Manor, karena yang terpenting Rio masih bisa menambang pengetahuan dan pengalaman. Apabila kemudian terdapat kesempatan lebih baik di F1, Rio juga sudah siap,” sahut Indah Pennywati, ibunda Rio seperti dilansir cnnindonesia.com

“Bagaimanapun Manor juga sudah bersikap baik, karena terus memberikan waktu kepada kami. Seharusnya pemutusan kontrak ini dilakukan Mei 2016, tapi terus diundur sampai akhirnya diputus sekarang,” tandasnya.

Sepanjang paruh pertama musim yang berlangsung 12 seri, Rio tak berhasil mencetak angka, serta tiga kali gagal menyelesaikan balapan di Australia, Rusia dan Inggris. Pencapaian terbaik Rio adalah finish di posisi 15 di GP Monako.

Memperkuat tim kecil seperti Manor, target realistis Rio adalah mendapatkan hasil yang lebih baik daripada rekan setim Pascal Wehrlein di setiap seri. Sama seperti Rio, Wehrlein juga pembalap debutan.

Membandingkan kedua pembalap, Fox Sports pernah mengulas performa Rio dari berbagai aspek, dengan mempertimbangkan kualitas Manor Racing dan pencapaian Wehrlein.

Fox Sports memberikan penilaian yang cukup positif dalam hal kecepatan di kualifikasi. Dari 12 sesi kualifikasi, Rio mengalahkan Wehrlein lima kali di Australia, China, Monako, Azerbaijan dan Inggris.

Akan tetapi, Fox Sports juga menyoroti gap antara Rio dan Wehrlein dalam kualifikasi di beberapa seri. Di kualifikasi GP Austria, Rio langsung tersisih di Q1 dan menempati posisi 19. Sementara Wehrlein menembus Q2 dan meraih posisi 12.

Di kualifikasi GP Hongaria yang berlangsung dalam kondisi basah, catatan waktu Rio dan Wehrlein berselisih 2,8 detik. Sementara di kualifikasi GP Bahrain, selisih waktu mereka mencapai 1,3 detik.

Fox Sports menyebut Wehrlein selalu unggul jauh, ketika mengalahkan Rio kualifikasi. Sebaliknya kalau Rio yang unggul, selisihnya hanya antara 0,1 sampai 0,2 detik.

Sementara sepanjang balapan, Rio mendapatkan penilaian buruk. Apalagi sepanjang 12 seri, Rio tak pernah mengalahkan Wehrlein, kalau sama-sama finish.

Wehrlein juga mendapatkan pujian, setelah mendapatkan 1 poin di GP Austria. Untuk tim seperti Manor, finish di zona poin adalah sesuatu yang jarang terjadi.

Selain tak pernah mengalahkan Wehrlein dalam situasi sama-sama finish, Rio juga beberapa kali terpaut jauh. Dalam balapan GP Jerman, misalnya. Rio finish tidak kurang dari 48 detik di belakang Wehrlein. Malah di GP Monako, Rio sampai dua kali dioverlap Wehrlein.

Fox Sports juga menyebut Wehrlein punya catatan waktu yang relatif stabil di sepanjang balapan. Kalaupun kemudian melambat, itu lebih sering disebabkan ban aus. Sebaliknya Rio tidak konsisten, karena kadang-kadang secepat Wehrlein.

Aspek berikutnya yang dinilai Fox Sports adalah kemampuan Rio dalam bertarung dengan pembalap-pembalap lain. Nilai D diberikan Fox Sport kepada Rio untuk head to head ini.

Rio dianggap selalu kesulitan di lap pertama balapan, ketika jarak antar mobil masih dekat dengan posisi rata-rata hanya naik satu tingkat. Sementara Wehrlein rata-rata naik 2,3 tingkat.

Wehrlein juga konsisten terlibat pertarungan dengan pembalap-pembalap Sauber dan Renault. Dalam perebutan posisi, pembalap binaan Mercedes itu dianggap punya kemampuan yang baik dalam mempertahankan posisi dan sulit dilewati.

Sebaliknya ketika Rio berada di depan pembalap-pembalap lain, pembalap kelahiran Indonesia ini cenderung lebih gampang untuk disalip.

Rio mendapatkan nilai C dari Fox Sports untuk manajemen ban. Di seri-seri awal, Rio lebih unggul daripada Wehrlein dalam aspek ini dan mampu menjaga ban lebih awet.

Akan tetapi hal ini juga dipengaruhi pengalaman Rio selama empat musim di GP2 Series yang juga memakai ban Pirelli. Sementara itu, Wehrlein tak pernah berkompetisi di GP2, sehingga butuh waktu untuk menyesuaikan gaya membalap.

Masalahnya Rio tak bisa memanfaatkan keunggulan manajemen ban untuk mengalahkan Wehrlein dalam balapan. Sebaliknya, Wehrlein memperlihatkan manajemen ban yang lebih baik dari seri ke seri.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783