September 2016

Galeri Aksi Pembalap Kalsel

SEMUA kemampuan sudah dikeluarkan pembalap-pembalap Kalimantan Selatan di PON XIX/2016 Jawa Barat. Demikian pula biaya, tetes keringat, hingga darah telah dikeluarkan. Hanya hasil akhir yang belum sepenuhnya memihak.

Namun demikian, kegagalan adalah bukti bahwa mereka telah mencoba berbuat sesuatu. Pun kegagalan bukan bermakna mereka tidak mencapai apapun, karena kegagalan bermakna mereka telah mempelajari sesuatu yang belum tentu ditemukan orang lain. …Detail

Tunggu PON Selanjutnya

PURNA sudah tugas pembalap-pembalap Kalimantan Selatan di PON XIX/2016 Jawa Barat. Walau medali belum dibawa pulang, tak satupun sesi yang dilalui tanpa perjuangan maksimal.

Race day balap motor PON 2016, Minggu (25/9) di Sirkuit Bukit Peusar berlangsung di bawah cuaca cerah. Ini jauh berbed dengan sesi pengetesan motor, free practice hingga kualifikasi yang diwarnai hujan.

Setelah hasil kualifikasi yang kurang menguntungkan, pembalap Kalsel pun memastikan hanya harus maksimal berjuang di race day. Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalsel, Edy Sudarmadi, juga tidak henti-hentinya memberikan motivasi. Bahkan Edy sudah berada di Bukit Peusar, sejak hari pertama kontingen balap motor tiba.

Alpian Riduan dan Iman Micko Eryandi menjadi pembalap pertama Kalsel yang mengaspal. Tantangan mereka cukup berat di kelas beregu 150cc, karena start saling berjauhan. Dari 30 starter, Alpian memulai balapan di urutan 12, sedangkan Iman di posisi 21. …Detail

Harus Habis-habisan

jkt_shoot94
jkt_shoot94

DIIRINGI cuaca yang berubah cepat, hasil kualifikasi balap motor PON XIX/2016 Jawa Barat, Sabtu (24/9), diwarnai sejumlah kejutan. Namun dipastikan semua pembalap Kalimantan Selatan harus tampil habis-habisan di race day, Minggu (25/9).

Dimulai sekitar pukul 13.00, kualifikasi pertama mementaskan kelas 125cc beregu. 30 menit berselang, Alpian Riduan dan Iman Micko menaiki motor masing-masing untuk melakoni kualifikasi kelas 150cc beregu.

Persaingan antar pembalap cukup alot. Sepenuhnya menggunakan pengalaman dan teknik, mengingat kecepatan motor sama rata. Imbasnya adalah catatan waktu per lap semakin menanjak dengan rata-rata setiap pembalap melalui 19 putaran.

Akhirnya Anggi Permana dari Jawa Barat, meraih pole position dengan catatan waktu 1 menit 04,911 yang bertahan hingga sesi berakhir. Anggi unggul 0,45 detik atas Fitriansyah dari dari Kalimantan Timur yang kemudian berhak memulai balapan di urutan kedua. …Detail

Mengejar 1:05

SETELAH hujan sepanjang pengetesan motor, Jumat (23/9), cuaca lebih bagus memayungi Sirkuit Bukit Peusar di sesi latihan bebas balap motor PON XIX/2016 Jawa Barat. Sesi ini berlangsung 30 menit untuk masing-masing kelas.

Sebelum latihan bebas dimulai, beberapa petugas sirkuit terlihat bergerombol di tikungan 5 yang sempat dikeluhkan pembalap. Di sisi terendah tikungan, terdapat genangan air hujan cukup dalam.

Perbaikan tikungan 5 dengan membuat jalur air. Dengan demikian, air tidak menggenangi racing line, seandainya hujan turun lebat. Juga disediakan penyedot air, apabila saluran air tidak bekerja sempurna.

Alpian Riduan dan Iman Micko menjadi pembalap Kalimantan selatan pertama yang mengaspal, bersama 28 pembalap daerah lain di kelas 150cc beregu. Iman kemudian membukukan best time 1 menit 06,352 detik di lap di lap 13 untuk menduduki peringkat 14 tercepat.

Sedangkan Alpian yang terundi mendapatkan nomor motor 13 di kelas beregu, mengakhiri latihan bebas di peringkat 16 dengan best time 1 menit 06,402 detik di lap 18. …Detail

Bermotor Di Genangan

istimewa
istimewa

KESEMPATAN pengetesan motor di Sirkuit Bukit Peusar yang diinginkan mayoritas pembalap PON 2016, memang benar-benar kesampaian, Jumat (24/9) sore. Namun percobaan ini agak kurang maksimal, lantaran sesi 30 menit untuk masing-masing kelas tersebut diiringi hujan.

Dalam jadwal yang beredar sebelumnya, Panitia Pelaksana (Panpel) balap motor PON 2016 meniadakan pengetesan motor. Setelah briefing dan pengundian motor, Jumat (23/9), free practice selama 30 menit baru dilakukan keesokan harinya, sebelum semua pembalap menjalani kualifikasi.

Namun seiring keinginan semua peserta dan pertimbangan PB PON 2016, perubahan jadwal dipastikan dalam pertemuan teknis, Kamis (22/9) malam. Setelah pengundian motor, Jumat (23/9) siang, semua mekanik diperkenankan melakukan pengecekan motor, dilanjutkan pengetesan di sirkuit.
…Detail

Inilah Rider PON Kalsel 2016

SEJAK balap motor dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON), Kalimantan Selatan tidak pernah absen berpartisipasi. Sekarang di Jawa Barat 2016, giliran Alpian Riduan, Iman Micko, Ocvan Irfana, Maulana Noor Khairi dan Ricky Ismana yang unjuk kemampuan.

Pertama kali mentas di PON 2004 Sumatera Selatan, Kalsel menurunkan tiga pembalap terbaik Khairul Anwar, A Noval dan H Muhammad Rihan Variza. Kemudian di PON 2008, Rihan juga mengisi skuad balap motor Kalsel, selain H Ahmad Yudhistira dan Amrullah Zain.

Empat tahun berselang, Yudhistira kembali dipercaya memperkuat Kalsel di Riau 2012. Dengan reputasi peraih medali perak di PON sebelumnya, Yudhistira diutus bersama Iman Micko Eryandi, Ricky Ananda Nafarin dan HM Prayudha.

Tradisi lolos dan bertanding di PON berlanjut hingga 2016 di Jawa Barat. Untuk kali kedua Iman memperkuat Kalsel, bersama Alpian, Ocvan, Maulana dan Ricky. Dengan komposisi yang berbeda, tujuan mereka tetap sama-sama meraih prestasi. Berikut profil singkat rider-rider Kalsel di PON 2016.

…Detail

Melawan Cuaca

MESKI persiapan fisik sudah bagus, tetap saja perubahan cuaca dari Banjarmasin ke Tasikmalaya sedikit mengganggu pembalap Kalimantan Selatan yang segera bertanding di PON 2016 Jawa Barat.

Termasuk dalam kelompok terbang terakhir dari kontingen Kalsel ke PON 2016, lima pembalap beserta sejumlah kru dan mekanik balap motor terbang ke Bandung, Selasa (20/9). Setibanya di Bandung, perjalanan dilanjutkan menggunakan jalur darat menuju Tasikmalaya.

…Detail

Sisi Lain Angsana

grasstrack_id
grasstrack_id

TIDAK hanya terkenal dengan pantai dan terumbu karang, Angsana di Tanah Bumbu juga mempertegas status sebagai tempat adu kebut motor-motor garuk tanah.

Mengusung tajuk Kejuaraan Grasstrack Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu 2016, balapan berlangsung di Sirkuit Angsana Bahari, Sabtu hingga Minggu (17-18/9).

Digelar S7FMC, PMRT dan BMBRT, event berformat kejuaraan daerah tersebut mempertandingkan 12 kelas yang diikuti ratusan starter dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan. …Detail

Menunggu Gebrakan Underdog

bandung ekspres

TETAP menggunakan Sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya sebagai venue balap motor PON XIX/2016, memunculkan prediksi kalau sang peraih emas bukan berstatus pembalap unggulan.

Sebelum menuju Bukit Peusar, balap motor seyogyanya digelar di Sirkuit Gery Mang Subang. Namun akibat berbagai kendala, balap motor dipindahkan ke Bukit Peusar, bukan Sirkuit Sentul yang notabene lebih familiar untuk banyak pembalap nasional.

“Kami memilih Tasikmalaya, karena punya sirkuit yang layak digunakan untuk pertandingan sekelas PON. Hal ini juga membuat standar sirkuit di Jawa Barat semakin merata,” jelas Ketua Panpel PON 2016, Rio Teguh, seperti dilansir Radar Tasikmalaya. …Detail

Klaim Siap 90 Persen

KESIAPAN Sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya venue balap motor PON XIX/2016, diklaim sudah mencapai 90 persen. Sebelum pertandingan dimulai 23 September, 10 persen tersisa sudah dicapai.

Persiapan Sirkuit Bukit Peusar memang cukup mepet, mengingat penunjukan venue baru dilakukan awal 2016. Penunjukkan dilakukan setelah Sirkuit Gery Mang Subang mengalami kendala teknis dan tidak siap menjadi tuan rumah.

“Untuk pelaksanaan PON 2016, sirkuit diubah sekitar 30 persen dengan pemanjangan lintasan dari semula 1.137 meter menjadi 1.266 meter dan lebar lintasan bervariasi,” jelas panitia balap motor, Rio Teguh, Kamis (15/9).

Sebelumnya juga sudah dibangun tribun permanen yang bisa menampung sekitar 6.000 penonton di beberapa titik, “Sekarang hanya tinggal menambah sarana prasarana pendukung, seperti tenda dan motor untuk pembalap,” sambung Rio.

Semula pemilihan Bukit Peusar dianggap menguntungkan tuan rumah, lantaran tidak terlalu familiar. Banyak yang menginginkan balap motor dilangsungkan di Sirkuit Sentul.

“Pemilihan Bukit Peusar juga untuk meningkatkan grade venue tersebut, sehingga Jabar memiliki empat lintasan balap motor berstandar nasional. Terlebih Tasikamalaya sebelumnya tidak menjadi tuan rumah cabang olahraga apapun,” tukas Rio.

Selain mempersiapkan lintasan, panitia juga sudah melakukan memastikan ketersediaan sepeda motor yang digunakan bertanding.

“Persiapan kendaraan sudah hampir 95 persen. Mulai 17 dan 18 September, pemasangan suspensi spesifikasi balap. Sehari kemudian ban sudah dipasang dan motor dikirim ke venue 20 September,” jelas Rio.

Motor yang digunakan adalah Honda Blade 125 Fi dan Honda Sonic 150. Spesifikasi tambahan lain adalah suspensi belakang Kayaba, ban FDR dan pelumas dari Federal Oil.

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783