Tidak Pandang Lawan

SEUSAI melakoni berbagai persiapan, pembalap motor Kalimantan Selatan sudah siap fisik dan mental untuk bertarung di PON XIX/2016 Jawa Barat.

Persiapan cukup keras memang sudah dilakukan Alpian Riduan cs, setidaknya dalam enam bulan terakhir. Mulai dari latihan fisik yang biasanya diisi dengan triathlon, hingga latihan bersama motor.

Sesuai jadwal yang disusun PB PON 2016, balap motor dipertandingkan mulai 23 hingga 25 September 2016 di Sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya. Dijadwalkan 20 September 2016, pembalap Kalsel bertolak ke Tasikmalaya.

Semula direncanakan satu unit motor Honda Sonic 150 juga ikut dibawa dari Banjarmasin. Setibanya di Tasikmalaya, motor tersebut dapat dipakai untuk berlatih di Sirkuit Bukit Peusar.

Namun atas berbagai pertimbangan, rencana tersebut dibatalkan dan hanya beberapa spare part yang ikut dibawa. Terlebih membawa satu unit motor juga membutuhkan biaya tambahan.

“Rencana awal memang satu unit motor juga dibawa. Namun tampaknya itu tak terlalu efektif, mengingat sirkuit juga tidak bisa digunakan diluar jadwal yang disusun PB PON,” jelas H Wardhani, pelatih balap motor Kalsel.

Santer dikabarkan bahwa pembalap Jawa Barat mencuri start menjajal Sirkuit Bukit Peusar. Mereka berlatih lebih dulu, setelah sirkuit sempat ditutup untuk pengaspalan ulang.

Sontak beberapa daerah malayangkan protes keras, karena dianggap menyalahi fair play. Bahkan beberapa daerah yang terlanjur berangkat ke Tasikmalaya, terpaksa putar haluan dan memilih berlatih di Sirkuit Sentul Kecil, karena Bukit Peusar tertutup untuk daerah lain.

“Kalau memang diperbolehkan beradaptasi dengan sirkuit di luar jadwal, sebaiknya jangan pilih kasih. Kami tidak masalah kalau tuan rumah mendapat jatah empat hari latihan, sementara daerah lain cuma diberi dua hari,” cetus Wardhani.

Di antara pembalap Kalsel, Maulana Noor Khairi dan Iman Micko pernah membalap di Sirkuit Peusar. Bedanya mereka menggunakan motor tune up, bukan standar yang digunakan di PON.

Namun terlepas dari apapun situasi di lapangan, pembalap Kalsel tidak terlalu peduli. Terpenting mereka sudah siap bertarung dan mengerahkan semua kemampuan terbaik di PON 2016.

“Pesaing terberat tentu saja Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan. Namun kami juga mewaspadai kejutan yang dihadirkan daerah lain,” ulas Wardhani.

Jabar diperkirakan masih diperkuat Wahyu Widodo, Anggi Permana, Aditya Pangestu dan Roni Kurniawan. Selain sebagai tuan rumah, Jabar notabene juara bertahan dengan perolehan dua emas dan satu perak di PON 2012.

Sedangkan Jakarta yang menamakan diri mereka the dream team, menurunkan H Ahmad Yudhistira, Rafid Topan, Rey Ratukore, M Nurgianto, Willy Hammar dan M Fadly.

“Kami hanya berharap pembalap Kalsel tampil tanpa beban. Lagipula mereka tidak ditarget apapun, kecuali harus tampil maksimal, penuh percaya diri dan tidak gentar dengan lawan. Sekalipun lawan biasa berkompetisi di Asia, PON merupakan event yang berbeda,” tegas Wardhani.

Menjelang keberangkatan ke Tasikmalaya, intensitas latihan sudah dikurangi. Setelah latihan terakhir dengan motor, Sabtu (10/9), pembalap Kalsel sempat menjalani sepekan pemusatan latihan sentralisasi.

Selain membenahi kekurangan endurance, sesi ini digunakan untuk menjaga kekompakan antar pembalap dengan cara diinapkan dalam satu tempat.

“Kemudian sebelum berangkat ke Tasikmalaya, semua pembalap juga berziarah ke Makam Datu Kelampaian dan Kubah Guru Sekumpul,” tandas Wardhani.

Kalsel pernah memperoleh medali perak balap motor, tepatnya kelas 110cc perorangan di PON 2008 Kalimantan Timur. Yudhistira yang sekarang memperkuat Jakarta, menjadi penyumbang medali tersebut, setelah berduel melawan pembalap tuan rumah Fitriansyah Kete.

Sementara perunggu didapatkan Jawa Timur melalui mendiang Deni Triyugo Laksono. Kaltim sendiri menjadi juara umum dengan tiga emas di kelas perorangan 110cc, 125cc dan 150cc.

Selain menurunkan Yudhistira, Kalsel juga diperkuat HM Rihan Variza dan Amrullah di PON 2008. Rihan tercatat dua kali memperkuat Kalsel, karena sebelumnya juga tampil di PON 2004 Sumatera Selatan bersama A Noval dan Khairul Anwar.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783