MESKI persiapan fisik sudah bagus, tetap saja perubahan cuaca dari Banjarmasin ke Tasikmalaya sedikit mengganggu pembalap Kalimantan Selatan yang segera bertanding di PON 2016 Jawa Barat.

Termasuk dalam kelompok terbang terakhir dari kontingen Kalsel ke PON 2016, lima pembalap beserta sejumlah kru dan mekanik balap motor terbang ke Bandung, Selasa (20/9). Setibanya di Bandung, perjalanan dilanjutkan menggunakan jalur darat menuju Tasikmalaya.

Meski perjalanan ke daerah lain bukan hal baru, tetap saja imbas perubahan iklim dari Banjarmasin ke Tasikmalaya dirasakan beberapa pembalap.

Terlebih dalam beberapa pekan terakhir, curah hujan di Tasikmalaya cukup tinggi dengan suhu antara 22 derajat hingga 32 derajat celcius. Bahkan hujan mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa kecamatan di Tasikmalaya.

“Walau tidak parah, hidung agak sedikit mampet. Mungkin karena perubahan cuaca, karena di Tasikmalaya lebih dingin,” cetus Ricky Ismana, salah seorang pembalap Kalsel.

Terlepas dari perubahan cuaca dan proses aklimatisasi, aktivitas semua pembalap yang sudah tiba di Sirkuit Bukit Peusar hanya diisi latihan fisik ringan seperti jogging.

Ibarat menyelam sambil minum air, jogging dilakukan dengan mengelilingi sirkuit, mengingat latihan dengan motor tetap tidak diperbolehkan Panitia Penyelenggara (Panpel) Balap Motor PON 2016.

“Sebenarnya tidak cuma kami yang menginginkan diberi kesempatan berlatih, setidaknya beberapa lap di sirkuit. Beberapa daerah juga berharap sirkuit dibuka, setidaknya sebelum latihan resmi,” tukas Sipliansyah Hartani, pelatih balap motor Kalsel.

Dijadwalkan latihan resmi direncanakan berlangsung, Jumat (23/9), setelah technical meeting yang dirangkai dengan pengundian motor, Kamis (22/9) malam. Panpel Balap Motor PON 2016 menjamin semua motor diseting sama, tanpa menguntungkan pembalap tuan rumah.

Di antara pembalap Kalsel, Iman Micko Eryandi dan Okvan Irfana pernah menjajal Sirkuit Bukit Peusar. Setidaknya pengalaman mereka menjadi rekomendasi untuk pembalap Kalsel lain.

“Namun lantaran sirkuit sudah diperpanjang dari 1.137 meter menjadi 1.266 meter, terlihat perbedaan dengan terakhir saya membalap di sini, terutama tikungan ketiga hingga tikungan kelima,” jelas Iman.

Berada di atas perbukitan, Bukit Peusar juga memiliki trek menanjak dan menurun, mirip Sirkuit Balipat Binuang, “Hanya kalau diminta membandingkan, Balipat lebih teknikal ketimbang Bukit Peusar,” tegas Iman yang menjalani PON kedua setelah PON 2012 Riau.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783