Tunggu PON Selanjutnya

PURNA sudah tugas pembalap-pembalap Kalimantan Selatan di PON XIX/2016 Jawa Barat. Walau medali belum dibawa pulang, tak satupun sesi yang dilalui tanpa perjuangan maksimal.

Race day balap motor PON 2016, Minggu (25/9) di Sirkuit Bukit Peusar berlangsung di bawah cuaca cerah. Ini jauh berbed dengan sesi pengetesan motor, free practice hingga kualifikasi yang diwarnai hujan.

Setelah hasil kualifikasi yang kurang menguntungkan, pembalap Kalsel pun memastikan hanya harus maksimal berjuang di race day. Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalsel, Edy Sudarmadi, juga tidak henti-hentinya memberikan motivasi. Bahkan Edy sudah berada di Bukit Peusar, sejak hari pertama kontingen balap motor tiba.

Alpian Riduan dan Iman Micko Eryandi menjadi pembalap pertama Kalsel yang mengaspal. Tantangan mereka cukup berat di kelas beregu 150cc, karena start saling berjauhan. Dari 30 starter, Alpian memulai balapan di urutan 12, sedangkan Iman di posisi 21.

balapmotor
balapmotor

Namun untung tak dapat diraih, karena Iman harus out di tikungan pertama selepas start, karena begitu banyak pembalap yang bergerombol di titik tersebut.

Akibat Iman tidak bisa melanjutkan lomba, Alpian pun terpaksa ikut ditarik dari lintasan. Faktanya apapun hasil yang didapat Alpian, tetap tidak mempengaruhi penilaian.

Akibat masalah serupa, sejumlah daerah menarik pembalap mereka seperti Bali, Bangka Belitung, Jambi, Jawa Barat B, Kepulauan Riau dan Sulawesi Tengah.

Ini persis seperti yang dialami Sigit PD. Sekalipun finish terdepan, Sigit tetap tidak bisa memberikan emas untuk DI Yogyakarta. Hal ini disebabkan Sudharmono yang menjadi tandem dan juga terjatuh di awal race, hanya finish di urutan 15.

Emas beregu 150cc kemudian didapatkan Papua Barat. Rusman Fadhil yang finish di urutan 7, sukses mendukung Richard Taroreh di urutan 2 untuk mendulang emas tersebut.

Punya akumulasi poin 9, mereka mengalahkan Rafid Topan Sucipto/H Ahmad Yudhistira yang mengemas total poin 12. Rafid finish di urutan 4, sedangkan Yudhistira di peringkat 8, setelah ditelikung Rusman.

Sedangkan perunggu jatuh ke tangan Jawa Timur. Andre Febry Himawan finish di urutan5 dan Faizal Baharudin di peringkat 9. Dengan demikian, Jatim mendapatkan 14 poin.

gilang rama
gilang rama

Memasuki kelas 125cc perorangan, Maulana Noor Khairi juga menjadi korban tikungan pertama pasca start. Padahal pembalap Kalsel ini memulai balapan dari urutan 16.

Beruntung Maulana masih mampu melanjutkan balapan, kendati hampir separuh lomba berada di barisan paling belakang. Setelah 20 lap dilalui, Maulana finish di peringkat 16.

Pembalap tuan rumah, Andi Farid Azdihar, tampil impresif sepanjang balapan untuk meraih emas. Pembalap yang berkompetisi di FIM CEV International Championship itu finish di depan Abdul Hamid dari Kaltim.

Sedangkan Gerry Salim yang sempat memimpin balapan di lap 15, harus puas dengan sumbangan perunggu untuk Jawa Timur. Berkat kemenangan Andi, Jabar selalu mendulang setidaknya satu emas sejak PON 2004.

Harapan Kalsel tersisa tinggal bergantung kepada Alpian di kelas 150cc perorangan. Terlebih pria kelahiran Gambut ini memulai balapan dari urutan 12, diapit Sigit PD dan Rimonaq Franandus dari Kalimantan Timur.

Duel alot pun terjadi, mengingat semua pembalap menggunakan motor yang sama. Alpian sempat terlihat mengisi sepuluh besar dari 27 pembalap, meski gagal bertahan lebih lama.

Setelah 20 lap berlalu dan enam pembalap gagal melanjutkan balapan, Alpian finish di urutan 14 dengan catatan waktu total 22 menit 34,163 detik.

Sedangkan di barisan depan, Rafid Topan memastikan emas untuk DKI Jakarta. Start dari row pertama, Rafid konsisten berada di baris depan untuk mengalahkan Fitriansyah dari Kaltim yang akhirnya mendapat perak.

masbas
masbas

Herman Bas dari Sulawesi Selatan kebagian perunggu. Sedangkan Anggi Permana sebagai perwakilan tuan rumah yang sempat berada di posisi pertama, hanya mampu finish di posisi 10.

Anggi sebenarnya menjadi pengukir fastest lap di PON dengan 1 menit 04,829. Namun dari statistik perolehan best time, kunci kemenangan dari balapan motor standard ini adalah pembalap yang tampil konsisten di setiap lap.

“Bagaimanapun hasil ini sudah yang terbaik, karena didapat dari usaha maksimal. Apalagi persiapan kami juga seadanya dan tidak terlalu lama,” cetus Sipliansyah Hartani, pelatih balap motor Kalsel.

Memang sempat muncul keraguan, seiring kebijakan KONI Kalsel yang hanya memberangkatkan atlet dengan medali kualifikasi ke PON 2016. Belakangan kebijakan itu berubah dalam Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub).

KONI bersedia memberangkatkan semua atlet non medali yang lolos PON 2016, meski hanya menanggung biaya transportasi. Sementara biaya pelatihan dan sebagainya, ditanggung organisasi olahraga masing-masing.

Artinya sejak kualifikasi balap motor PON 2016 yang berlangsung November 2015, terdapat kekosongan jadwal latihan terprogram, mengingat Musorprovlub baru berlangsung Februari 2016. Sementara tidak sedikit cabang olahraga di Kalsel yang mulai berpikir batal mengikuti PON 2016, sekalipun punya tiket lolos.

“Memang untuk meraih emas di event semacam PON, butuh persiapan jauh-jauh hari. Tidak hanya balap motor, cabang olahraga lain pun demikian,” tandas Sipliansyah.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783