Kalsel Sudah SIM Online

polda kalsel
polda kalsel

ALASAN tidak punya waktu mengurus perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM), sudah tak relevan lagi untuk warga Kalimantan Selatan. Hal tersebut disebabkan pengurusan perpanjangan sudah menganut sistem online.

Pengoperasian sistem tersebut ditandai launching e-Samsat, SIM Online Baru dan Sistem Praktik Otomatis (Si Praktis) SIM Polres Tanah Bumbu oleh Kapolda Kalsel Brigjen Pol Erwin Triwanto, Kamis (29/12).

Selain merupakan perwujudan program promoter Polri, sistem berbasis online ini bisa mencegah dan mengurangi praktik pungutan liar. Pihak yang diuntungkan tentu saja masyarakat, karena urusan sudah dipermudah.

“Masyarakat yang ingin memperpanjang SIM, sekarang sudah bisa menggunakan SIM online. Cukup mendatangi Satuan Administrasi Penerbit (Satpas) SIM di Polres setempat untuk input data,” jelas Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel AKBP E Zulpan SIK MSi.

Sistem online tersebut menjadi solusi kesulitan masyarakat yang memiliki SIM di daerah lain. Sebaliknya tanpa sistem online, mereka harus mengurus perpanjangan di daerah tempat membuat SIM.

antara
antara

Sistem ini terlaksana berkat kerjasama antara Korlantas Polri dengan Kementerian Dalam Negeri yang menerbitkan e-KTP. Selama memiliki e-KTP, perpanjangan SIM online pasti dapat dilakukan.

“Selanjutnya Satpas SIM SIM Polres terdekat yang menerbitkan SIM. Artinya hanya data yang masuk ke Satpas SIM tempat warga membuat SIM,” beber Zulpan.

Tidak hanya perpanjangan, karena pembuatan SIM juga dilakukan melalui online, tanpa terikat domisili yang tertera di e-KTP. Sama seperti perpanjangan, pembuatan SIM baru memanfaatkan data di server e-KTP.

“Misalnya warga Tanah Bumbu ingin membuat atau perpanjangan SIM. Mereka tak perlu ke Tanah Bumbu, karena bisa datang saja ke Polresta Banjarmasin. Tentunya dengan syarat harus memiliki e-KTP,” tegas Zulpan.

“Terobosan ini diharapkan mempermudah masyarakat dalam pembuatan SIM tanpa harus ribet antre, atau menunggu panggilan yang lama,” sambungnya.

Tilang Juga Online

antara
antara

Semua urusan yang berhubungan dengan kendaraan bermotor semakin dipermudah, lantaran Polda Kalsel juga sudah mengoperasikan e-Tilang atau tilang online.

Adapun mekanisme e-Tilang adalah ketika terjadi pelanggaran lalu lintas, data pelanggar dicatat melalui aplikasi smartphone milik petugas tilang.

Setelah data terinput di aplikasi e-Tilang, pelanggar mendapat informasi berupa kode surat tilang, serta besaran denda tilang yang dilengkapi token.

Selanjutnya token itu menjadi acuan pelanggar untuk melakukan pembayaran denda melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI). Pembayaran denda bisa dilakukan melalui teller, ATM, SMS banking, maupun i-banking.

Kalau denda sudah dibayar dan polisi menerima notifikasi, pelanggar bisa mengambil barang bukti yang disita dengan menyerahkan tanda bukti setoran atau transfer ke bank.

Sedangkan untuk tilang slip merah dan pelanggar memilih mengikuti sidang tilang, proses yang ditempuh kurang lebih sama. Hal tersebut disebabkan sistem e-Tilang terintegrasi dan terkoneksi dengan pengadilan dan kejaksaan.

Umumnya putusan membutuhkan waktu satu sampai dua minggu. Namun demikian, hakim biasanya menetapkan denda lebih rendah dari denda maksimum, sehingga terdapat sisa pembayaran denda tilang yang ditransfer kembali ke rekening pelanggar, atau diambil langsung di kejaksaan.

Disamping mengedepankan transparansi, pelanggaran juga terkoneksi dengan sistem penerbitan SIM. Dengan demikian, Satpas SIM juga mengetahui pelanggaran-pelanggaran yang pernah dilakukan pemohon penerbitan SIM. Pun rekapitulasi data penindakan tilang, dapat diakses melalui Aplikasi Tilang Online dan website.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783