Dimulai Satu Trofi

KONSENTRASI HM Rihan Variza tidak hanya Kejurnas Speed offroad. Mulai edisi 2017, mantan pembalap motocross dan road race Kalimantan Selatan ini mulai membagi konsentrasi ke GT Radial Auto Gymkhana Kejurnas Slalom 2017.

Penampilan kembali Rihan di belakang kemudi mobil slalom terjadi di seri pembuka, Sabtu (18/3) di Lapangan Stadion Manahan Solo. Berkolaborasi dengan Fadil Wijaya dan Tommy Wijaya dari Balikpapan, Rihan memperkuat Sumber Mutiara Prima (SMP)-HRVRT.

Mulai berkolaborasi sejak awal 2016, SMP-HRVRT lebih fokus ke kejuaraan A dan Free For All (F). Namun dibandingkan semusim sebelumnya, Rihan berencana tampil semusim penuh sepanjang 2017.

Impresi yang diperlihatkan Rihan cukup bagus di seri pembuka 2017. Berpartisipasi di kelas A1, Rihan membukukan waktu tercepat dari akumulasi dua heat dengan 01 menit 33,333 detik untuk satu trofi di kelas ini.

Sedangkan Tommy menduduki peringkat 3 tercepat, sedikit lebih lambat dari Valentino Ratulangi di peringkat kedua. Pencapaian tersebut membawa Rihan dan Tommy ke final kejuaraan nasional A bersama 30 starter lain.

Namun Rihan kurang beruntung di fase penentu posisi akhir. Meski membukukan catatan waktu 48,312 detik, Rihan menghantam sebiji cone dan terkena penalti 2 detik. Meski dikorting 3 detik dari regulasi lama, tetap saja Rihan melorot ke urutan 24 dari seharusnya keempat.

Sedangkan Tommy juga kurang maksimal, lantaran tertahan di urutan 10. Adrian Septianto dari HTJRT Achilles membukukan waktu terbaik, diikuti peslalom senior James Sanger dan Anjasara Wahyu.

Duel di kelas umum A ini ditandai perbedaan waktu yang tipis, plus genangan air di lintasan. Memang sepanjang siang hingga sore, hujan cukup lebat mengguyur Solo dan sekitarnya.

Sementara partisipasi SMP-HRVRT di kelas kejuaraan nasional F, juga tidak terlalu mulus akibat kendala mobil. Rihan mentok di peringkat 16, sedangkan Tommy harus puas menghuni urutan 9.

Di kelas bergengsi ini, James melesat secepat 44,082 detik. Peslalom Nos Fajar Trans tersebut diikuti Demas Agil dan Anjasara Wahyu dari Toyota Team Indonesia.

Selain penalti 2 detik, seri pembuka memberlakukan regulasi baru untuk salah jalan. Kalau sebelumnya hanya dikenakan penalti, sekarang peserta yang salah jalan gagal mendapatkan waktu.

Regulasi lain adalah pola start yang berbeda dengan memberi aba-aba lampu hijau maksimal 10 detik, sejak peslalom menyatakan siap start kepada petugas start.  Lewat dari 10 detik, lampu hijau otomatis mati dan peserta dinyatakan Did Not Start (DNS) alias gagal start.

Khusus seri pembuka, racing committe membolehkan peserta tidak menggunakan racing suites alias baju balap. Namun sejak seri kedua, semuanya peserta wajib mengenakan racing suites tanpa terkecuali.

Direncanakan seri kedua berlangsung 13 Mei di Banjarbaru. Sedangkan seri ketiga mengalami perubahan dari semula Lampung, dipindah ke Bandung.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783