Pendek Tambah Menantang

SUKSES memberikan pengalaman berharga kepada peserta, Meratus Expedition (MEx) kembali ke Kalimantan Selatan. Start dari Barabai mulai 8 April 2017, finish minimal 22 April 2017 di Batulicin.

Event IOX Adventure Club bekerjasama dengan Indonesia UTV Club ini memang paling dinantikan penggila adventure offroad Tanah Air. Terlebih Kalimantan juga memiliki daya tarik dan tantangan berbeda.

Masalahnya tidak semua orang bisa menjadi peserta. Mereka harus memenuhi kecakapan, pengalaman dan kesiapan, baik personal maupun kendaraan.

Khusus MEx 2017, hanya menampung 94 mobil peserta yang terbagi menjadi 21 tim. Total 101 mobil terdaftar, termasuk spectator, ofisial dan Syamsir Alam sebagai team leader.

Sepertiga peserta kategori mobil berasal dari Kalsel, seperti Team Naga 1 yang antara lain beranggotakan H Syamsudin Arsyad, H Sudirman, H Denny R dan Eric Tanzil.

Bupati Tanah Bumbu, Mardani Maming, kembali berpartisipasi dan tergabung bersama Team Bekantan. Mengendarai FJ Cruiser, Mardani ditemani Rois Sunandar dan H Tajerian Noor.

Juga terdapat peserta yang menggunakan sepeda motor. Sama seperti mobil, kategori ini terbatas hanya untuk 50 sepeda motor. Ini merupakan kategori anyar di edisi 2017.

Di antara 50 sepeda motor, terdaftar Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalsel, Ir Edy Sudarmadi, sebagai salah seorang peserta. Mayoritas peserta kategori sepeda motor berasal dari Kalsel, sedangkan sisanya perwakilan IOX.

“Seperti MEx 2016, finish bertepatan dengan upacara adat mappanretasi di Batulicin, sekaligus menandai hari jadi Tanah Bumbu,” jelas Sri Hascaryo, Ketua Umum IOX Adventure Club seperti dilansir fastnlow.net.

Dibandingkan edisi 2016 yang menempuh jarak 350 kilometer, MEx 2017 lebih pendek lantaran hanya sejauh 325 kilometer. Namun demikian, tantangan MEx 2017 diyakini lebih berat ketimbang event sebelumnya.

“MEx 2016 hanya berlangsung selama 8 hari, meski trek yang ditempuh lebih panjang. Sementara kendati lebih pendek, MEx 2017 berlangsung 14 hari,” timpal Cerry Wibisono, anggota senior IOX.

“Bahkan dari hasil survei minimalis, terdapat jalur puluhan kilometer harus dilalui dengan winch, selain puluhan sungai yang mesti diseberangi. Meratus juga istimewa, lantaran single track dan no track back,” sambungnya.

Artinya semua teknik mengemudi dan recovery paling dibutuhkan, “Perjalanan di dalam hutan sebanyak 90 persen dari total rute MEx. Sedangkan blank spot dari sinyal handphone, hampir mencapai 80 persen,” imbuh Cerry.

Oleh karena menempuh medan berat, proses scrutineering tidak bisa seadanya. Khusus 45 mobil peserta dari Jawa, Bali dan Sumatera, scrutineering sudah dilakukan di River Rasuna Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/3).

“Scrutineering ini merupakan persiapan utama. Kami tidak ingin mobil yang masuk, malah menimbulkan masalah. Kalau satu mobil bermasalah, dipastikan terjadi antrian panjang,” tegas Cerry.

Terdapat puluhan item yang dicek selama proses scrutineering. Salah satu yang utama adalah memastikan sistem penggerak empat roda berfungsi semestinya.

Ban disyaratkan maksimum berukuran 37 x 12,5 inch. Sistem kelistrikan juga mesti berfungsi baik untuk menyalakan lampu dan menggerakkan winch.

Dalam mobil peserta, juga wajib tersedia obat-obatan, snorkel, tool sets, suku cadang mobil dan winch, recovery kit, kompresor dan alat penambal ban, camping gear, serta peralatan komunikasi.

Peserta juga dibekali buku peraturan yang wajib ditaati dengan hukuman terberat adalah pencoretan dari daftar peserta. Salah satu peraturan yang ditekankan adalah dilarang merusak lingkungan.

Setelah menyelesaikan scrutineering di Jakarta, 45 mobil tersebut dikapalkan menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk bergabung dengan mobil peserta dari Kalimantan, Malaysia dan Brunei Darussalam. Mereka tiba di Banjarmasin, Kamis (6/4) malam.

Sementara scrutineering kendaraan peserta Kalimantan, Malaysia dan Brunei Darussalam menjalani proses serupa, Kamis (6/4) di pelataran parkir Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru. Semuanya harus siap masuk hutan, mengingat flag off direncanakan dilakukan di Kantor Gubernur Kalsel, Sabtu (8/4) pagi oleh Gubernur Sahbirin Noor.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783