Ujian Ilmu Manajemen

DARI semula mengenalkan potensi pariwisata baru dan menemukan prospek pembangunan jalur alternatif transportasi darat di pelosok Kalimantan Selatan, Meratus Expedition (MEx) 2017 juga tempat uji ilmu manajemen.

Start dari Barabai mulai 8 April 2017 dan finish minimal 23 April 2017 di Batulicin, MEx tetap digelar ekslusif seperti sebelumnya. Hanya menampung 94 mobil peserta yang terbagi menjadi 21 tim, serta 50 motor trail.

Dibandingkan edisi 2016 yang menempuh jarak 350 kilometer, MEx 2017 lebih pendek lantaran hanya sejauh 325 kilometer. Namun demikian, tantangan MEx 2017 diyakini lebih berat ketimbang event sebelumnya.

Pun peserta berasal dari beberapa provinsi di Indonesia, termasuk offroader Malaysia dan Brunei Darussalam yang menurunkan 4 unit mobil.

“MEx 2016 hanya berlangsung selama 8 hari, meski trek yang ditempuh lebih panjang. Sementara MEx 2017 lebih pendek, tetapi berlangsung 14 hari,” jelas Syamsir Alam, team leader MEx seperti dilansir goffroad.com.

Penyebabnya adalah peserta harus menghadapi medan yang membutuhkan penggunaan winch nonstop selama 10 hari. Hal ini disebabkan 35 handicap V alias tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan MEx 2016.

“Kalau hujan di hutan, diperkirakan winch harus terus digunakan selama 12 hari. Juga dipastikan co driver mesti bekerja keras supaya finish tepat waktu,” beber Syamsir.

Sebenarnya dari 325 kilometer tersebut, sekitar 225 kilometer di antaranya merupakan medan yang biasa ditemui offroader. Namun 50 kilometer tersisa berkategori ekstrim dan 15 kilometer lagi super ekstrim khas Pegunungan Meratus.

Selain handicap V yang bertebaran, peserta juga menemui lima sungai besar dengan kedalaman acak. Mulai dari 1 meter hingga 2 meter. Penyeberangan pun dipastikan sulit dilakukan, seandainya hujan berlangsung, lantaran kedalaman sungai bisa mencapai 3 meter.

“Inilah yang membuat semua peserta harus benar-benar menguasai ilmu manajemen. Mulai dari manajemen bahan bakar, makanan dan minuman, serta manajemen emosi,” jelas Syamsir.

Penggunaan bahan bakar diyakini cukup banyak, seiring penggunaan winch non stop. Oleh karena itu, peserta dianjurkan untuk tidak terpancing menghidupkan Air Conditioner (AC) mobil, seandainya kepanasan di tengah hutan.

“Tidak kalah penting adalah manajemen emosi. Apalagi kalau sudah kelelahan, sehingga gesekan antara driver dan co driver atau dengan peserta lain sulit terhindarkan,” tandas Syamsir.

Perjalanan MEx 2017 dimulai dari Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Sabtu (8/4). Kemudian on road menuju Barabai yang menjadi base camp.

Keesokan harinya perjalanan on road berlanjut menuju Awayan dan mendirikan base camp di Simpang Marajam. Kesempatan ini digunakan untuk mengisi bahan bakar, mengingat perjalanan sesungguhnya dimulai hari ketiga, Senin (10/4).

Start dari Simpang Marajam, direncanakan hari ketiga melewati Uren, Kerang Dayu dan tiba di Sengayam yang termasuk wilayah Kecamatan Pamukan Barat.

Berturut-turut daerah yang direncanakan dilewati adalah Banian dan Baginjau. Trek ini disebut-sebut super ekstrim, sebelum peserta dijadwalkan tiba di Air Terjun Kilometer 77, Selasa (18/4).

Selanjutnya semua peserta diharapkan mencapai finish di Padang Golf Pagatan, Minggu (23/4). Namun berdasarkan pengalaman MEx 2016, tak sedikit peserta yang baru finish dua hingga tiga hari setelah jadwal.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783