Rombongan Tercerai

SEPEKAN sudah Meratus Expedition (MEx) 2017 berada di belantara Kalimantan Selatan. Akibat medan berat dan sejumlah masalah teknis, peserta pun tercerai-berai. Bahkan di antaranya terpaksa pulang lebih dini.

MEx 2017 resmi dilepas Gubernur Sahbirin Noor dari Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Sabtu (8/4). Selanjutnya onroad menuju Lapangan Dwi Warna Barabai yang merupakan basecamp I, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Awayan, Minggu (9/4).

Kira-kira 1 kilometer dari jalan aspal terakhir di Simpang Marajam, peserta langsung diadang obstacle turunan dan bogger lumpur yang diikuti tanjakan. Untuk melewati obstacle tersebut rombongan terdepan memerlukan waktu sekitar 10 menit. Demikian dilansir goffroad.com dan indonesia4wd.com.

Kemudian 20 menit sampai akhirnya 5 jam. Oleh karena banyak peserta stag hingga menjelang maghrib, diputuskan untuk flying camp di lokasi tersebut, tepat di pinggir sungai.

Cuaca memang menjadi faktor penentu MeX 2017. Akibat guyuran hujan, trek yang semula terlihat ringan, bisa mendadak menjadi super ekstrem setelah dilalui mobil. Perubahan kontur ini menjadi tantangan kendaraan lain di belakang.

Keesokan hari di flying camp, Senin (10/4), peserta sepakat bergotong-royong membuat jembatan kayu darurat, karena trek yang sudah parah. Setelah melalui jembatan, satu mobil hanya membutuhkan waktu sekitar 3 menit.

Masih di hari ketiga, mobil Team Buaya jatuh terperosok hingga lebih dari 6 meter dan tertahan di pepohonan. Team Elang Borneo yang berada di belakang mereka, langsung membantu mengevakuasi mobil Cherokee tersebut.

Akibat kecelakaan tersebut, navigator Team Buaya mengalami cedera lengan dan langsung di evakuasi dengan helikopter ke Rumah Sakit Marina Permata di Batulicin.

Meski mengalami kecelakaan, Team Buaya tetap melanjutkan perjalanan, seusai dilakukan beberapa perbaikan. Namun mobil yang dikendarai Alfian Piuk itu tetap tidak sempurna, sehingga harus ditarik keluar dari trek menuju basecamp tiga oleh Tim Elang Borneo dan Tim Kancil.

Basecamp III terletak di Sengayam, tepatnya di Kantor Camat Pamukan Barat yang merupakan bagian dari Kotabaru. Selain tempat bermalam, kesempatan ini juga digunakan memperbaiki mobil dan mengisi bahan bakar.

Namun peserta tidak berbarengan masuk basecamp III, sehingga mereka harus ditunggu. Pun tidak semua mobil bisa melanjutkan perjalanan.

Salah satunya mobil yang kendarai Aswari Rivai dari Tim Buaya. Toyota Bundera milik Bupati Lahat ini mengalami putus as roda depan belakang. Ketiadaan sparepart pengganti, Aswari harus mengakhiri perjalanan di MEX 2017.

Sebelumnya salah satu Toyota Hilux milik Tim Tarantula terpaksa kembali ke Banjarmasin untuk perbaikan, karena mengalami kerusakan transmisi automatic.

Seharian penuh berada di Sengayam, cuaca memang tidak menentu. Matahari hanya muncul beberapa jam, sebelum turun hujan deras disertai angin yang cukup kencang.

Memasuki hari kelima, Rabu (12/4), perjalanan pun dilanjutkan. Dilepas tarian adat Dayak Meratus, perjalanan dari basecamp III ke basecamp IV merupakan salah satu jalur menu utama MEX 2017.

Selain sejumlah handicap, trek benar-benar no turning back. Wajar kalau banyak peserta yang tertinggal dan terlambat sampai di basecamp IV di Baginjau.

Untuk mendukung perbekalan peserta di basecamp IV, panitia juga mengirimkan bahan makanan dan keperluan lain menggunakan klotok dan helikopter.

Sementara team leader Syamsir Alam sudah menembus basecamp VI, Jumat (14/4). Untuk mencapai basecamp ini, mereka harus melewati sungai yang cukup lebar dengan arus cukup kuat.

Ini disebakan akibat Pegunungan Meratus selalu diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Ketinggian air sungai ini membuat peserta harus menunggu.

Hujan juga membuat trek berubah menjadi lebih ekstrim. Semua kru nyaris tak pernah naik mobil lagi, karena setiap beberapa meter harus melepas winch. Fisik benar-benar diuji, ketahanan winch juga harus diadu.

Situasi itupula yang membuat basecamp IV masih menjadi rumah banyak peserta, Sabtu (14/4). Posisi paling belakang diisi Tim Tarantula dan Tim Buaya. Khusus Tim Tarantula, mereka memang sengaja memperlambat untuk menghindari kemacetan.

Sementara 50 dirt bike sedang bersiap-siap masuk trek. Diikuti bikers dari berbagai daerah, mayoritas Kalsel, direncanakan flag off, Senin (17/4) dan finish bersamaan dengan peserta mobil. Jalur yang dilalui juga tidak kalah ekstrim. Bahkan di beberapa tempat, mereka cross path dengan mobil.

Mengingat barang yang dibawa tidak bisa sebanyak mobil, segala logistik dan peralatan pun harus benar-benar disesuaikan kebutuhan.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783