Finish Dengan Bangga

LEBIH dari dua pekan bergumul dalam belantara, Meratus Expedition (MEx) 2017 mencapai garis finish di Batulicin, Minggu (22/4). Begitu berat perjalanan membuat semua peserta finish dengan penuh bangga.

Memang belum semua peserta finish tepat waktu. Mereka yang sudah keluar hutan antara lain Team Leader, Tim Naga, Tim Bekantan dan Tim Leopard. Malah lebih dari 100 mobil yang tercatat di awal perjalanan, tinggal 70 mobil mampu sampai basecamp III.

Hal tersebut menggambarkan bahwa finish tepat waktu bukan pekerjaan mudah. Selain puluhan obstacle dan penyeberangan sungai, kondisi jalan yang berubah menjadi kubangan lumpur akibat hujan dan lindasan ban mobil, juga memperberat perjalanan.

“Tidak semua peserta menjalani trek dengan berbagai alasan. Seperti kerusakan mobil rusak dan penutupan trek bagian akhir. Kalau trek tidak ditutup dan peserta dipaksakan masuk, bisa saja jadwal finish semakin molor,” jelas Syamsir Alam, Team Leader MEx 2017 seperti dilansir goffroad.com.

Memang sebelum mencapai finish di Golf Course Batulicin, fisik manusia dan performa mobil dihantam medan super ekstrim antara basecamp VII dan IX. Bahkan beberapa mobil harus dibantu alat berat untuk keluar atau melewati trek.

Rintangan yang paling berat mayoritas berupa tanjakan, mulai dari Jhonlin, SBM dan Thousand Miles. Ketiga tanjakan ini dipenuhi lumpur, plus winching point yang cukup jauh. Trek inilah yang kemudian ditutup dan tidak lagi dilewati peserta di belakang.

“Kejadian Terowongan MeX 2016 terulang lagi. Bedanya kalau sebelumnya hanya satu, sekarang malah lima,” jelas Wahyu Lamban dari Team Kancil seperti dilansir indonesia4wd.com.

“Total jarak dengan lima obstacle tersebut kira-kira sekitar 3 kilometer dan baru bisa keluar dua hari. Kami menggunakan gunakan triple line terus agar winch tahan lama. Juga perlu sabar mencari traksi supaya kerja winch tak terlalu berat,” sambungnya.

Muara basecamp IX adalah SP3 yang merupakan titik pengisian bahan bakar, sekaligus persimpangan dengan dunia luar. Tantangan belum selesai, lantaran sudah menunggu jalur No Turning Back.

Jalur tersebut menuju basecamp XI, persis di Kantor Kecamatan Hampang. Perjalanan kemudian berlanjut menuju basecamp XII di Air Terjun Madindamar, sebelum mencapai finish di Batulicin.

Sementara di sisi lain Pegunungan Meratus, musibah menimpa Tim Media. Kendaraan Trooper Hybrid milik M Basri ini tenggelam di danau, setelah jembatan yang dilalui patah.

Beruntung Tim Kobra yang berada di depan mereka, dengan cepat memberikan pertolongan. Mereka mengaitkan seling ke kendaraan, sebelum tenggelam lebih dalam.

Keempat penumpang berhasil selamat. Namun semua peralatan elektronik peralatan lenyap ditelan danau. Akhirnya mobil mereka terpaksa ditarik Tim Kobra, karena tidak bisa hidup pasca kejadian.

Duka juga dirasakan H Samsudin Arsyad yang berpetualang bersama Tim Naga. Ibunda Samsudin, Hj Wardatul Wartiah Binti Abdul Samad, meninggal dunia di Singapura, Selasa (18/4).

Seperti dilansir goffroad.com, H Isam masih berada di trek, ketika mendapat kabar bahwa kondisi kesehatan sang ibu mendadak menurun, Minggu (16/4). Kemudian menggunakan helikopter, H Isam keluar dari trek menggunakan helikopter.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783