Wajib Sirkuit Permanen

imikalsel
imikalsel

HAMPIR dipastikan mulai 2018, Kejurnas MotoPrix diwajibkan berlangsung di sirkuit permanen di semua region tanpa terkecuali.

Memang Kejurnas MotoPrix 2017 menyisakan beberapa seri lagi. Namun rancangan perubahan dan regulasi baru sudah mulai digodok Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat.

Salah satu peraturan baru adalah kewajiban menggelar Kejurnas MotoPrix 2018 di sirkuit permanen. Aturan tersebut tak lagi bisa ditawar, mengingat masih banyak balapan yang dipaksakan digelar di sirkuit dadakan dalam satu dekade terakhir.

“Aturan itu sudah pasti berjalan mulai 2018. Kalau tidak dipaksakan, sampai kapanpun tidak pernah berjalan. Kalau menggunakan sirkuit permanen, tujuan balap menjadi lebih jelas,” tegas Medya Saputra, Wakabid Olahraga Sepeda Motor PP IMI seperti dilansir motorplus.grid.id.

Pun sirkuit permanen yang dipakai tidak sembarangan. PP IMI sendiri yang melakukan homologasi untuk menentukan kelayakan sirkuit.

“Kami sedang menghomologasi sekitar 80 sirkuit yang tersebar di seluruh Indonesia. Selanjutnya ditentukan sirkuit-sirkuit yang layak menggelar Kejurnas MotoPrix,” beber Medya.

Masih tersisa waktu beberapa bulan lagi untuk membikin sirkuit, terutama daerah yang biasanya menggelar Kejurnas MotoPrix di sirkuit dadakan.

Di antara sekian region, Kalimantan terbilang paling aman, karena nyaris semua provinsi memiliki sirkuit permanen. Mulai dari Sirkuit Balipat Binuang dan Marido Tanjung, kesemuanya di Kalimantan Selatan.

Kemudian di Kalimantan Timur, terdapat Sirkuit Kalan yang menjadi venue balap motor PON 2008, serta Sirkuit Lanay Jaya di Melak. Kaltim juga sedang membangun sirkuit baru di Balikpapan Timur bernama Sirkuit Lamaru yang memiliki panjang 2,5 kilometer.

imikalsel
imikalsel

Kalimantan Tengah juga masih berusaha meningkatkan kualitas Sirkuit Sabaru, terutama meningkatkan level keamanan lewat pembangunan pagar pembatas. Sedangkan Kalimantan Barat sudah memiliki Sirkuit Taman Pasir Panjang dengan view pantai.

Bahkan provinsi termuda Kalimantan Utara juga telah memiliki Sirkuit Tanjung Selor, kendati seri kedua Kejurnas MotoPrix Region Kalimantan 2017 masih dilangsungkan di Sirkuit Non Permanen Stadion Datu Adil.

Disamping kurang memenuhi standar keselamatan, pelaksanaan balapan di sirjuit dadakan terkadang tidak tepat sasaran dan kurang menunjang perkembangan pembalap. Salah satunya jarak tempuh yang harus diselesaikan pembalap, baik seeded maupun pemula.

Dalam regulasi Kejurnas Balap Motor 2017, sudah diatur jarak tempuh minimal dalam setiap kelas. Khusus kejuaraan nasional, jarak yang disyaratkan adalah minimal 30 kilometer atau balapan minimal selama 25 menit.

Jarak tempuh juga telah diatur untuk kejuaraan terbuka maupun daerah. MP1 dan MP2, misalnya. Lintasan harus membuat pembalap menyelesaikan minimal 25 kilometer atau balapan minimal selama 20 menit.

Kemudian MP3 dan MP4 mengharuskan pembalap menempuh jarak minimal 20 kilometer atau balapan selama 15 menit. Sedangkan MP5 dan MP6 disyaratkan sejauh 15 kilometer atau balapan minimal selama 10 menit.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783