IMG_1506793694916_1

KOMPETISI stuntrider kembali bergairah di Kalimantan Selatan. Ditandai penyelenggaraan Authenticity Stuntride Competition Walikota Banjarmasin Cup 2017 di Taman Kamboja Banjarmasin, Sabtu (30/9).

Event yang menjadi rangkaian Hari Jadi Kota Banjarmasin dan didukung IMI Kalsel tersebut disambut antusias puluhan peserta. Bahkan beberapa di antaranya baru sekali dua mengikuti kompetisi.

Sebut saja Puntik Stuntrider yang baru seumur jagung terbentuk. Komunitas yang berlatih di halaman Gudang Bulog Barito Kuala ini menurunkan sekitar 9 player. Namun demikian, mereka bisa mendapatkan beberapa trofi, termasuk gelar juara matic regional yang didapatkan Muhammad Rajani.

“Oleh karena event pertama setelah sekian lama tidak digelar, target kami hanya 60 peserta. Namun jumlah peserta mencapai 95 peserta dari berbagai daerah di Kalsel,” papar ketua panitia pelaksana Zum’atti Juhri.

Bahkan waktu yang tersedia, tidak cukup menampilkan aksi semua stuntrider. Akibatnya kategori long stoppie, long wheelie dan kelas campuran terpaksa ditiadakan.

imikalsel
imikalsel

Meski demikian, penghapusan tiga dari sembilan kategori itu tidak banyak mempengaruhi. Terlebih dalam kategori masing-masing, wheelie dan stopie menjadi penilaian utama.

Tidak cuma trik-trik dasar, sejumlah variasi juga diperlihatkan peserta. Mulai dari 12 o’clock wheelie, sprider wheelie, backside wheelie, no hand, balerina, SS, rhef’luy, stopie manuver, backside stopie hingga flying.

Bahkan flip yang dipopulerkan stuntrider dunia Jean-Pierre Goy, jamak dilakukan peserta. Flip itu juga dimodifikasi dengan bersalto melewati deretan tiga motor.

“Semua variasi itu tergantung hasil latihan. Terlebih stuntrider juga harus berjiwa entertaint, baik melalui variasi-variasi sulit hingga aksi-aksi lucu,” papar Eduard Royke Laluw dari Indonesia Stuntrider Association (ISA) yang didapuk menjadi juri.

imikalsel
imikalsel

“Terpenting stuntrider harus menguasai dulu teknik-teknik dasar seperti stopie, whelie, burn out dan akrobatik. Dalam kompetisi stuntrider, poin-poin itu bernilai besar, apalagi kalau mampu melakukan stopie tegak lurus,” imbuhnya.

Terlepas dari sejumlah kekurangan penguasaan teknik dasar, Authenticity Stuntride Competition Walikota Banjarmasin Cup ini menjadi angin segar.

Faktanya penyelenggaraan event serupa di daerah-daerah lain mulai lesu. Sejumlah stuntrider yang aktif beberapa tahun lalu, juga memilih menekuni bidang lain.

“Oleh karena itu kami berharap event seperti Walikota Banjarmasin Cup ini rutin digelar, sehingga stuntrider kembali bergairah,” tandas Royke.

 

Hasil Walikota Banjarmasin Cup

Regional Matic
1. Rajani (135 poin)
2. Denis (127 poin)
3. Randy (115 poin)

Regional Sport
1. Eko (154 poin)
2. Toto (115 poin)
3. Hadi (97 poin)

Regional Bebek
1. Sincan (60 poin)
2. Ahmad (55 poin)
3. Bahar (53 poin)

Open Matic
1. Suliyam (187 poin)
2. Imam (167 poin)
3. Randy (163 poin)

Open Sport
1. Hendri Than (231 poin)
2. Eko Slowly (210 poin)
3. Ajie (203 poin)

Kolaborasi
X Moba (231 poin)

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783