Korban Didominasi Remaja


ORANGTUA yang membiarkan anak mereka berkendara sendiri, tampaknya harus lebih waspada. Terjadi peningkatan remaja korban kecelakaan sepanjang 2017.

Kecelakaan lalu lintas masih sering terjadi, meski program aman berkendara sudah banyak dilakukan. Salah satu penyebanya adalah pengawasan kepada pengendara yang belum memahami aturan.

Bahkan berdasarkan data dari Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri), korban kecelakaan terbanyak sepanjang 2017 dialami rentang usia remaja.

“Sekitar 8.700 orang dalam usia 15 hingga 25 tahun menjadi korban kecelakaan terbanyak sepanjang 201,” papar Kasubdit DikPen Dikmas Lantas Korlantas Polri, AKBP Yus Nurjaman, seperti dilansir motorplus.

Hal tersebut sejalan dengan tingkat pelanggaran tertinggi. Mayoritas pelanggar merupakan pengendara yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

nmax rider
nmax rider

“Ironisnya mereka sebetulnya sadar sudah melakukan kesalahan, tetapi belum tahu akibat yang ditimbulkan,” tambah Nurjaman.

Oleh karena itu, Korlantas Polri mendukung kegiatan yang mengedukasi keselamatan berkendara, “Melihat grafik yang mengerikan, mari bersama-sama mengkampanyekan keselamatan berkendara, khususnya untuk anak-anak muda,” tegasnya.

Sementara berdasarkan jenis, kecelakaan didominasi kendaraan roda dua yang mencapai angka 72 persen.

Hal tersebut juga disebabkan peningkatan pertumbuhan sepeda motor dalam sepuluh tahun terakhir. Bahkan dalam setahun, pertumbuhan kendaraan pribadi dapat mencapai 12 persen.

Kiat untuk mengurangi kecelakaan di antaranya ketersediaan angkutan umum dan trotoar yang baik. Sementara kesadaran orangtua untuk tidak membiarkan anak di bawah umur berkendara, juga membantu menekan angka kecelakaan.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783