Lalu Lintas Masuk Sekolah

istimewa
istimewa

BERUSAHA menekan angka korban kecelakaan usia sekolah, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan bekerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia memasukkan pengetahuan lalu lintas dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Pertumbuhan kendaraan di Indonesia dari tahun ke tahun, ternyata juga diimbangi peningkatan jumlah kecelakaan. Sepanjang 2017 saja, sekitar 8.700 orang sudah menjadi korban kecelakaan.

Dari ribuan kasus tersebut, rentang usia korban adalah 15 hingga 25 tahun. Hal itulah yang membuat Kemdikbud dan Polri memasukkan pengetahuan lalu lintas dalam mata pelajaran PPKn.

Sejatinya pengetahuan lalu lintas tersebut sudah masuk PPKn kurikulum 2013. Namun pelaksanaan pengajaran baru dilakukan di beberapa daerah.

Namun mulai 2018, pengetahuan lalu lintas sudah dimasukkan dalam kurikulum PPKn, sehingga wajib diajarkan di sekolah-sekolah seluruh Indonesia.

Sosialisasi pun terus dilakukan pihak terkait melalui Diseminasi Model Integrasi Pendidikan Lalu Lintas Pada Mata Pelajaran PPKn Tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA 2017.

tribun
tribun

Khusus di Kalimantan Selatan, program tersebut dilangsungkan di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Rabu (6/12). Dihadiri sekitar 500 guru bidang studi PPKn di Kalsel, desiminasi menghadirkan tiga narasumber dari Kemdikbud dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

“Pengetahuan lalu lintas sudah mutlak diajarkan di sekolah, karena 42,17 persen korban kecelakaan melibatkan anak-anak usia 15 hingga 19 tahun yang mayoritas masih pelajar,” papar Kombes Rahmadi dari Korlantas Polri.

“Pasca penandatanganan MoU antara Kemendiknas dengan Polri sejak 2010, pengintegrasian pelajaran tertib berlalu lintas harus diajarkan sejak Taman Kanak-kanak (TK). Diharapkan generasi masa depan memahami budaya tertib demi keselamatan di jalan raya,” sambungnya.

PPKn dipilih lantaran merupakan salah satu muatan wajib dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Konten PPKn juga berkaitan dengan ilmu hukum, politik, tata negara, humaniora, ideologi, psikologi, nilai-nilai budi pekerti dan disiplin ilmu lain.

Sementara isi pendidikan lalu lintas antara lain menaati rambu-rambu lalu lintas, kelengkapan pengamanan diri dalam berlalu lintas, memiliki sikap perilaku saling menghormati sesama pengguna jalan.

“Melalui pendidikan lalu lintas, siswa memiliki sikap perilaku lebih mengutamakan rasa aman, nyaman dan mengutamakan ketertiban,” tandas Prof Drs Arny Fajar MSi Kemdikbud.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783