Menertibkan Lagi Event Ilegal


TOTAL terdapat 15 event adventure trail yang menghiasi kalender Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Selatan. Ini semestinya memberangus event-event yang tidak memiliki payung hukum alias ilegal, karena tidak mengantongi rekomendasi dari organisasi resmi.

Kedudukan IMI sebenarnya sudah jelas dalam Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) 2005, terutama sebagai organisasi olahraga anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Salah satunya tercantum dalam Pasal 51. Dalam ayat 1 dijelaskan bahwa penyelenggara kejuaraan olahraga wajib memenuhi persyaratan teknis kecabangan, kesehatan, keselamatan dan ketentuan daerah setempat.

Kemudian dalam ayat 2 ditegaskan penyelenggara kejuaraan olahraga yang mendatangkan langsung massa penonton wajib mendapatkan rekomendasi dari induk organisasi cabang olahraga yang bersangkutan dan memenuhi peraturan perundang-undangan.

Selanjutnya dalam Peraturan Organisasi (PO) IMI Bab 1 disebutkan bahwa IMI merupakan satu-satunya induk olahraga otomotif di Indonesia yang diakui badan dunia FIA dan FIM.

Hal tersebut juga ditegaskan Kapolri, terkait rekomendasi izin keramaian. Melalui TR Kapolri Nomor ST/1447/VII/2013 tertanggal 16 Juli 2013 poin 4 menjelaskan bahwa IMI sebagai pemersatu setiap kegiatan/event sport, bakti sosial, maupun wisata komunitas otomotif di wilayah masing-masing.

Ironisnya payung hukum tersebut masih saja diabaikan. Akibatnya muncul event-event tanpa rekomendasi IMI. Berkedok latihan bersama, tetapi dikemas selayaknya event resmi lantaran menyediakan hadiah dan menarik uang pendaftaran.

Di antara jenis event yang meminggirkan aturan ini adalah adventure trail. Kalau merujuk aturan, event tanpa izin tersebut bisa dibubarkan paksa dan bahkan dikenakan sanksi pidana.

Dalam UU SKN Pasal 89 ayat 1 juga ditegaskan bahwa setiap orang yang menyelenggarakan kejuaraan olahraga tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud Pasal 51 ayat 1 dan 2, dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Apabila perbuatan dimaksud menimbulkan kerusakan dan atau gangguan keselamatan pihak lain, setiap orang dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan atau denda paling banyak Rp5 miliar.

IMI Kalsel sebenarnya sudah melakukan berbagai usaha mengendalikan event-event tanpa rekomendasi. Selain mensosialisasikan aturan, disediakan event-event resmi adventure trail dalam setiap tahun.

Malah dalam kalender event 2018 yang dihasilkan melalui Rakeprov IMI Kalsel 2017, Sabtu (3/2), adventure trail mendominasi event-event otomotif lain (Klik: Kalender Event IMI Kalsel 2018).

Total terdapat 15 event adventure trail resmi yang diselenggarakan di berbagai lokasi sepanjang 2018. Mulai dari Binuang, Barabai, Tanjung, Batulicin, Banjarbaru, Pelaihari dan Martapura.

Pun pengurusan rekomendasi event ke IMI Kalsel tidak terlalu sulit, serta dengan biaya terbilang terjangkau dan jauh lebih murah dibandingkan risiko sanksi. Khusus event roda dua dalam lingkup daerah dan sejenisnya, dikenakan biaya Rp7 juta.

Biaya tersebut sudah termasuk asuransi, administrasi perizinan di Polda Kalsel dan honorarium petugas perlombaan.

Sedangkan biaya rekomendasi event adventure roda empat sebesar Rp5 juta. Kemudian biaya rekomendasi event hobi roda empat Rp10 juta.

Lantas Event Organizer (EO) yang menggandeng promotor nasional untuk menggelar event otomotif, dikenakan biaya rekomendasi Rp5 juta. Sedangkan apabila pelaksana hanya promotor lokal, biaya rekomendasi yang mesti dibayar adalah Rp3 juta.

Pun klub yang belum mencapai setahun terdaftar maupun tidak terdaftar sebagai anggota IMI, tetap berhak menggelar event. Namun mereka harus menggandeng klub terdekat dan dikenakan biaya rekomendsi Rp500 ribu.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783