Dari Bebek Ke MotoGP

motorsport
motorsport

DIANGGAP sudah memenuhi ekspektasi, Monster Yamaha Tech3 resmi menjadikan Hafizh Syahrin sebagai pembalap MotoGP pertama dari Asia Tenggara.

Syahrin semula hanya berstatus pembalap penguji coba dalam tes pramusim di Sirkuit Buriram. Pembalap kelahiran Malaysia itu menggantikan Jonas Folger yang mengundurkan diri, karena penyakit sindrom gilbert.

Dalam tiga hari tes, tampaknya ekspektasi Tech3 terhadap Syahrin terpenuhi. Itu dibuktikan dengan putusan menjadikan pria berusia 23 tahun itu sebagai pembalap mereka musim 2018, Rabu (21/2).

“Kami harus meyakinkan semua orang di sekitar kami bahwa Syahrin berpotensi menjadi pebalap MotoGP yang baik,” cetus Herve Poncharal, Team Manager Tech3.

“Oleh karena itu, kami memberi Syahrin tugas berat selama tiga hari tes di Buriram. Akhirnya kami mendapatkan orang yang bisa melakukan pekerjaan berat dan memenuhi misi,” imbuhnya.

Dengan demikian, Syahrin menjadi tandem Johann Zarco yang tampil mengejutkan sepanjang 2017, “Yamaha dan Tech3 senang dengan performa Syahrin,” jelas Poncharal.

“Kami juga bangga memberikan Syahrin kesempatan, sekaligus menjadi sesuatu yang bersejarah karena kami memiliki pembalap Malaysia pertama di MotoGP,” tambahnya.

Syahrin sendiri menduduki peringkat terakhir dalam tes kedua di Buriram dengan catatan waktu terbaik 1 menit 33,165 detik. Catatan itu tertinggal 2,368 detik dari Cal Crutchlow yang menjadi pembalap tercepat.

Sedangkan di sesi terakhir, Syahrin menempati urutan 21 dengan catatan waktu 1 menit 31,537 detik. Syahrin tertinggal 1,756 detik dari Dari Pedrosa yang menutup tes di Buriram sebagai rider tercepat.

Sebelum resmi naik kelas ke MotoGP, Syahrin berkompetisi di Moto2 dalam periode 2011 hingga 2017. Pencapaian terbaik Syahrin adalah menempati posisi kesembilan di klasemen akhir Moto2 2016.

Adapun di musim 2017, Syahrin berada di posisi kesepuluh dengan koleksi 106 poin, “Saya berterimakasih atas kesempatan ini,” sahut Syahrin.

“Ini merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Perlu digarisbawahi bahwa ingin membalap dengan cepat, bukan sekedar omong soal kebanggaan,” imbuhnya.

Lahir 5 Mei 1994 di Selangor, Syahrin mengawali karir lewat balap mini bike dalam usia 9 tahun. Usia ini sebenarnya terbilang terlambat, mengingat pembalap sekaliber Marc Marquez sudah membalap dengan mini bike sejak berusia 4 tahun. Dimanajeri Barry Leong, Syahrin terbilang mendominasi sampai disebut Raja Mini Bike Selangor.

Kemudian mulai 2007 dalam usia 13 tahun, Syahrin memulai balap bebek di Malaysia. Syahrin menunggangi Yamaha LC135 atau dikenal di Indonesia bernama Yamaha Jupiter MX. Di tahun pertama, Syahrin mampu menjadi runner up nasional.

Setahun berselang Syahrin memperkuat Petronas Sprinta Raceline, sukses menjadi pembalap paling muda dan menduduki peringkat ketiga di klasemen akhir. Selanjutnya karir Syahrin menanjak dan mendominasi balapan underbone di Malaysia.

Syahrin kemudian menjajal Supersport 600cc di Asia Road Racing Championship (AARC) yang diikuti pembalap dari negara-negara Asia, termasuk Indonesia mulai 2010.

Hasilnya Syahrin menduduki peringkat 12 dari 39 pembalap. Setahun berikutnya Syahrin menempati peringkat keempat, sebelum hijrah ke FIM Campeonato de Espana de Velocidad (CEV). Dari event feeder MotoGP itu, Syahrin membuka peluang ke MotoGP dari Moto2.

Hingga kesempatan itu datang di musim 2012, ketika Syahrin mendapatkan wild card untuk membalap di Moto2 dalam seri MotoGP Malaysia dan berhasil finish keempat.

Syahrin kemudian resmi menjadi pembalap reguler Moto2 mulai 2014. Mengendarai Kalex bersama Petronas Raceline Malaysia Team, Syahrin finish di urutan 19 dengan 42 poin.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783