Balap Motor Tatap PON 2020


SEMPAT keluar dari daftar, balap motor kembali masuk cabang olahraga PON 2020. Total multievent olahraga di Papua tersebut menggelar 48 cabang olahraga.

Proses persiapan PON 2020 sudah menginjak penyelesaian master plan, menyusul rapat koordinasi dan konsultasi teknis PON 2020 di Papua yang berlangsung 20 hingga 21 Maret 2018.

Selanjutnya master plan itu diserahkan Pjs Gubernur Papua, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Sabtu (24/3).

“Masterplan merupakan semua persiapan dan perencanaan, termasuk penambahan cabang olahraga dan anggaran yang harus diketahui menteri terkait,” beber Soedarmo seperti dilansir RRI.

Selain Kementerian Dalam Negeri, instansi yang terkait dengan PON 2020 adalah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, serta Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Setelah resmi diserahkan, masterplan tersebut diyakini tidak lagi berubah. Baik perubahan maupun penambahan cabang olahraga, serta anggaran biaya, sudah dimatangkan melalui rapat koordinasi dan konsultasi teknis PON 2020.

Diketahui Rapat Anggota KONI Papua memutuskan 7 cabang olahraga tambahan yang meliputi dansa, tarung derajat, muaythai, rugby, gateball, woodball dan petanque.

Lantas melalui rapat koordinasi dan konsultasi PON, kembali ditambahkan balap motor, drumband, dan arung jeram. Sebelumnya balap motor dan drum band sempat dicoret, lantaran dinilai tidak menguntungkan perolehan medali Papua.

“Dengan demikian PON 2020 mempertandingkan 48 cabang olahraga yang tersebar di Jayapura, Merauke, Mimika, Biak dan Jayawijaya,” timpal Yusuf Yambe Yabdi, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) Papua.

Dengan kehadiran balap motor, berbagai usaha Ikatan Motor Indonesia (IMI) Papua sudah berhasil. Sebelumnya mereka mengancam memboikot pelaksanaan PON 2020, seandainya cabang olahraga otomotif ditiadakan.

“Kami juga mendapat dukungan Ketua Umum IMI Pusat, Sadikin Aksa, dengan rencana membangun sirkuit menggunakan dana pribadi terlebih dahulu,” sahut Yan Permenas Mandenas, Ketua IMI Papua seperti dilansir akurat.co.

IMI Papua sendiri sudah mengancar-ancar lokasi sirkuit, di antaranya di Biak, Merauke, Timika dan Jayapura. Komunikasi juga sudah dijalin dengan Benhur Tomi Mano, Walikota Jayapura yang juga mantan Ketua IMI Papua.

“Kami juga telah berkomunikasi dengan stakeholder di beberapa daerah. Kalau di Jayapura, sirkuit dapat dibangun di sekitar perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini. Walikota juga sudah setuju,” yakin Mandenas.

“Kami memang sudah bertekad balap motor harus digelar. Bahkan kalau dana menjadi alasan, Papua Barat sudah siap digandeng sebagai penyelenggara. Lebih baik join daripada gagal, karena pasti menyisakan malu,” tegasnya.

Memang Papua Barat sudah siap menjadi partner, seiring perbaikan infrastuktur Sirkuit Moto Prix Dominggus Mandacan.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783