Jajal Asian Talent Cup Lagi

GAGAL sekali tidak mengurangi semangat Muhammad Iqbal Firdaus untuk mengikuti seleksi Asian Talent Cup (ATC) 2018 di Sirkuit Internasional Sepang. Inilah kesempatan kedua untuk pembalap kelahiran Barabai tersebut.

ATC merupakan program Federasi Motorsport Internasional (FIM) dan promotor MotoGP, Dorna Motorsport, untuk mewujudkan mimpi pembalap muda potensial dari Asia dan Oseania menuju World Grand Prix.

Dimulai sejak 2014, ATC mempercayai Alberto Puig sebagai Talent Promotion Director. Puig yang juga mantan pembalap dunia, merupakan sosok di balik karir Casey Stoner, Dani Pedrosa dan Hiroshi Aoyama.

Untuk mengikuti seleksi ATC, peserta mesti mendaftarkan diri melalui website resmi dengan syarat utama berusia minimal 11 tahun dan maksimal 21 tahun.

Hingga batas akhir pendaftaran 12 Agustus 2018, terdapat sekitar 450 lebih nama dari berbagai negara Asia dan Oseania yang mendaftarkan diri.

Lantas melalui seleksi administrasi, diputuskan 117 pembalap yang melanjutkan ke tahap seleksi selanjutnya. Seleksi tahap kedua ini berlangsung 30 dan 31 Oktober 2018 di Sirkuit Internasional Sepang.

dorna
dorna

Dari 117 pembalap yang lolos seleksi tahap pertama, terselip nama Iqbal. Remaja berusia 15 tahun tersebut berada di antara 16 pembalap lain dari Indonesia.

Meski sudah berusia 15 tahun, Iqbal bukan pembalap tertua yang mewakili Indonesia. Terdapat Muhammad Darihaq yang sudah berusia 19 tahun.

Pun Iqbal masih lebih muda dibandingkan Surya Narayana, Bima Febrinda, Muhammad Hildhan Kusuma dan Aditya Prakoso yang kesemuanya telah berusia 16 tahun.

“Alhamdulillah kembali lolos seleksi tahap pertama. Tetapi seleksi-seleksi selanjutnya dipastikan lebih berat,” ungkap Iqbal, Sabtu (15/9).

Memang Iqbal sudah merasakan betapa berat seleksi tahap kedua, lantaran pernah gagal dalam tahap serupa di edisi 2017.

“Ketika mengikuti seleksi tahap kedua di ATC 2017, saya agak kaget lantaran langsung dites menggunakan motor Honda CBR 250. Bahkan itu merupakan pengalaman pertama saya mengendarai motor sport 250cc,” kenang Iqbal.

“Lagipula sebelumnya tidak dijelaskan bahwa tes menggunakan motor sport 250cc. Sementara dalam seleksi 2016, semua pembalap dites pakai motor bebek,” imbuhnya.

Berkaca dari pengalaman, Iqbal pun lebih awal mempersiapkan diri. Mulai dari menempa fisik dengan jogging dan bersepeda, Iqbal berusaha berlatih menggunakan motor sport 250cc.

dorna
dorna

“Sekarang saya masih mencari motor sport 250cc untuk latihan, terutama untuk menyesuaikan riding style dan teknik. Dalam seleksi tahap kedua, teknik lebih diutamakan ketimbang catatan waktu,” jelas Iqbal.

Selama tes di Sepang, setiap pembalap diberi kesempatan 10 menit untuk mempertontonkan keterampilan di bawah pengawasan Puig, termasuk biasanya salah seorang pembalap MotoGP.

Lantas dari 117 pembalap, hanya diambil 21 pembalap untuk mengikuti tes tahap ketiga. Jumlah tersebut kemudian dikerucutkan lagi menjadi 14 pembalap, termasuk 5 pembalap cadangan yang berhak berkompetisi di ATC 2019.

9 pembalap hasil seleksi, menggantikan 9 pembalap terbawah di klasemen ATC musim sebelumnya. Pembalap cadangan berpeluang dipanggil, seandainya terdapat pembalap yang mengundurkan diri.

“Saya berharap setidaknya selangkah lebih maju dibandingkan 2017. Saya juga meminta dukungan dan doa kepada seluruh masyarakat Kalimantan Selatan,” tandas Iqbal.

Indonesia memang tidak pernah absen menempatkan perwakilan di ATC. Seperti edisi 2018, Indonesia diwakili Afridza Syach, Mario Suryo, Mohammad Adenanta dan Muhammad Agung.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783