Berjaya Di Thailand

hendra raharja

MAKSUD hati menambah pengalaman, Dina Priscilla justru berhasil menjuarai kategori solo wanita Super Stage Thailand Championship (SSTC) yang berlangsung 22 Desember 2018 di Impact Lakeside Dong Muang Bangkok.

SGTC merupakan kejuaraan nasional gymhkana di Negeri Gajah Perang. Namun demikian, kejuaraan ini bersifat terbuka sehingga dapat diikuti peserta dari berbagai negara.

Khusus penyelenggaraan seri terakhir, SGTC berbarengan dengan seri keempat Asian Auto Gymkhana Competition (AAGC) 2018.

Dina tidak sendirian, karena peslalom putri Kalimantan Selatan ini ditemani Yuanita Fatma Ayunidya untuk membawa bendera Indonesia. Sementara untuk AAGC, Indonesia diwakili Adrian Septianto dan Herdiko Setyaputra.

hendra raharja
hendra raharja

Dina dan Yunita yang berkompetisi di kategori khusus wanita, bersaing dengan peslalom dari tuan rumah Thailand, Malaysia, Nepal dan Taiwan.

“Partisipasi Yuanita yang sudah senior adalah menambah jam terbang. Sedangkan Dina mencari pengalaman, setelah seri nasional selesai,” papar Hendra Raharja dari Komisi Slalom PP Ikatan Motor Indonesia (IMI).

Dina yang baru berusia 16 tahun, ternyata menjadi peserta termuda SGTC. Tak urung siswi kelas 1 SMAN 2 Banjarbaru tersebut sempat nervous dalam sesi latihan, Jumat (21/12).

Sempat mencetak waktu lumayan bagus, Dina malah melakukan jump start di sesi kualifikasi kejuaraan solo wanita.

Namun semuanya berubah dalam stage penentuan, Minggu (23/12). Dalam bimbingan Fedrick Moeladi yang menjadi manajer, Dina berhasil membukukan waktu terbaik.

hendra raharja
hendra raharja

Hanya membukukan waktu 41:125 detik di track A, Dina tampil lebih baik di track B dengan catatan waktu 37:201 detik. Pencapaian itu menempatkan Dina di podium teratas kejuaraan solo wanita.

Sementara dalam klasemen overall, putri Hendra Raharja ini menempati peringkat kesebelas. Namun sesuai regulasi, handycap peslalom wanita dikurangi 1 detik dari peslalom pria.

Dengan Dina pun finish di urutan ketujuh overall, “Tentu saya tidak menyangka bisa juara, karena semula hanya ingin menambah pengalaman,” ungkap Dina.

Tak hanya membawa satu trofi, manajer dan ofisial Indonesia juga mendapatkan penghargaan best ASN. Indikator yang dinilai adalah prestasi peslalom muda Indonesia.

“Memang Indonesia selalu menurunkan peslalom muda di AAGC. Kalau sekarang Adrian dan Herdiko, sebelumnya Indonesia diwakili Anjasara Wahyu dan Demas Agil yang kesemuanya masih berusia muda,” tandas Hendra.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783