IMI Merangkul Semua Komunitas


SEKALIPUN memiliki wewenang menindak tegas sesuai aturan hukum, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Selatan juga tetap memegang azas kekeluargaan dalam menertibkan event-event otomotif ilegal.

Penyelenggaraan event tanpa rekomendasi, terutama event adventure trail berkedok latihan bersama, masih menjadi persoalan yang sedang diselesaikan IMI Kalsel. Padahal kedudukan IMI sebagai induk organisasi olahraga maupun kegiatan yang menggunakan kendaraan bermotor, telah diakui negara.

Legalitas terkuat IMI adalah Undang-Undang No.3 Tahun 2005, Undang-Undang No. 2 Tahun 2002, SK Menhub No. KM 447/U/PhB-76, serta Telegram Kapolri No. STR/462/VI/2013.

Status itu juga kemudian diperkuat lagi dengan SK Menkumham No. AHU-0000535.AH.01.08, SK KONI Pusat No. 21/Tahun 2017, serta anggota resmi The Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) dan Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) di tingkat Internasional.

Lantas sesuai dengan Sertifikat Merek No. IDM000587595 dari Menkumham RI, hanya IMI yang berhak mempergunakan merk maupun logo organisasi tersebut.

Berbekal putusan-putusan itu, IMI pun menjadi satu-satunya lembaga yang memiliki kewenangan dalam menerbitkan peraturan, keselamatan, lisensi/sertifikasi, Kartu Izin Start (KIS) dan kalender event otomotif.

Kewenangan itu termasuk perizinan kejuaraan/perlombaan dengan logo IMI, serta pengawasan dan evaluasi yang merujuk regulasi dan kode etik internasional.

Sehubungan dengan legalitas dan kewenangan, IMI berhak menindak kejuaraan atau perlombaan kendaraan tanpa surat keputusan dan/atau rekomendasi IMI untuk perizinan, atau dengan mengatasnamakan IMI yang tidak sesuai AD /ART IMI.

Untuk setiap pelanggaran yang dilakukan panitia penyelenggara, IMI provinsi berhak memberikan satu kali surat pemberitahuan dan dua peringatan.

prokal
prokal

Apabila panitia penyelenggara tetap abai, IMI provinsi berhak melakukan langkah-langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun sesuai amanat Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) 2019, IMI Kalsel belum segera mengambil tindakan hukum. Opsi yang diambil adalah berusaha merangkul, terutama kepada klub-klub hobi sepeda motor maupun mobil.

Bahkan poin tersebut dipertegas dalam rangkuman rapat Komisi A yang membahas bidang organisasi, kesekretariatan, mobilitas/wisata dan kebendaharaan, serta Komisi B dengan pembahasan olahraga motor dan mobil.

Tidak hanya dirangkul, setiap klub juga diberi keleluasaan mengembangkan potensi masing-masing seperti promosi wisata daerah melalui adventure, slalom, time rally, hingga freestyle.

Dengan komposisi yang semakin solid, diharapkan semua klub bisa bersama-sama mendorong pemerintah setempat untuk mengembangkan sarana olahraga otomotif, baik sepeda motor maupun mobil.

“Dengan menjadi anggota IMI, semua kegiatan yang digelar sepenuhnya dilindungi Undang-Undang, memenuhi standar keselamatan dan prestasi,” papar Edy Sudarmadi, Ketua IMI Kalsel.

“Kami berharap semua usaha yang dilakukan ini bisa menyadarkan beberapa pihak yang enggan berurusan dengan IMI, terutama terkait rekomendasi,” tambahnya.

Pun IMI menampik bahwa biaya rekomendasi yang dipatok terlalu mahal. Bahkan mulai 2019, rekomendasi adventure trail yang semula sebesar Rp7,5 juta, diturunkan menjadi Rp5 juta.

“Agar kegiatan yang digelar dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, biaya rekomendasi tersebut sudah terjangkau. Bahkan jauh lebih murah ketimbang jumlah hadiah yang disediakan event-event ilegal,” tegas Edy.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783