Balap Motor Kembali


cf8bd8acf9fc8e6074d1f4d1332ff1a0_1

SEMPAT menempati pole position untuk dipertandingkan, slalom justru dicoret dari partisipasi di PON 2020. Berkebalikan dengan balap motor.

Pembahasan cabang-cabang otomotif di PON 2020 memang terus berlangsung antara PP Ikatan Motor Indonesia (IMI), KONI Pusat, KONI Papua dan technical delegate.

Pertemuan terakhir berlangsung 31 Januari 2019 di Jakarta. Berhubungan dengan SK KONI Pusat No.72/2018, akhirnya diputuskan dua poin penting untuk olahraga bermotor.

Menempati poin teratas adalah pencoretan slalom auto gymkhana dari nomor pertandingan olahraga bermotor PON 2020. Posisi nomor olahraga mobil ini lantas digantikan balap motor yang sebelumnya sempat ditiadakan.

Kemudian dari poin kedua, diputuskan hanya 6 nomor dari olahraga bermotor di PON 2020, baik balap motor, motocross dan grasstrack. Sedangkan kuota atlet yang ditetapkan berjumlah 61 orang.

Untuk menyikapi putusan tersebut, PP IMI memberikan dua alternatif nomor pertandingan yang disesuaikan dengan instruksi KONI Pusat dan KONI Papua.

“Disediakan dua alternatif pilihan untuk cabang olahraga bermotor,” demikian kutipan edaran PP IMI yang ditandatangani Sekretaris Jenderal PP IMI, Jeffrey JP, kepada kepada seluruh IMI provinsi, Senin (4/2).

“Selanjutnya pilihan terbanyak dari semua IMI provinsi disampaikan sebagai penentuan jenis olahraga yang diperlombakan,” tambahnya.

Adapun alternatif pertama yang disodorkan adalah 2 atlet grasstrack (perorangan trail 150cc 4L standar dan beregu trail 150cc 4L standar), 2 atlet motocross (MX 125cc perorangan dan MX 125cc beregu), serta 2 atlet balap motor (perorangan bebek 150cc 4L standar dan beregu bebek 150cc 4L standar).

grasstrackid
grasstrackid

Sementara alternatif kedua justru mencoret grasstrack. Sebaliknya balap motor bertambah menjadi 4 nomor dan 4 atlet. Sementara motocross tetap 2 atlet (MX 125cc perorangan dan MX 125cc beregu).

Rincian balap motor adalah 1 atlet perorangan bebek 125cc 4L standar, 1 atlet perorangan bebek 150cc 4L standar, atlet beregu bebek 125cc 4L standar dan 1 atlet beregu bebek 150cc 4L standar.

IMI Kalimantan Selatan yang sudah mendapatkan edaran tersebut, juga telah memberikan pilihan.

“Dengan berbagai pertimbangan, kami memilih alternatif kedua. Sekarang tinggal menunggu putusan PP IMI setelah menghimpun suara dari provinsi lain,” sahut Sekretaris IMI Kalsel, Sipliansyah Hartani, Selasa (5/1).

Peniadaan slalom memang cukup disayangkan, mengingat Kalsel memiliki beberapa peslalom yang dapat diandalkan. Kebetulan pula mereka masih berusia dibawah 23 tahun sesuai regulasi slalom PON 2020.

Sebut saja Dina Priscilla yang berpartisipasi reguler di Kejurnas Slalom Auto Gymkhana 2018, serta menjuarai seri terakhir kategori solo wanita Super Stage Thailand Championship (SSTC) 2018 di Bangkok.

“Kami telah memperjuangkan slalom masuk PON 2020. Namun tuntutan balap motor lebih kuat,” papar Wakil Ketua Umum Olahraga Mobil PP IMI, Albertus Hariono, seperti dilansir mobilinanews.

“Sekarang kami fokus dengan program yang telah disusun, seperti Kejurnas Slalom U-23 mulai 2019. Bahkan kami sudah mendapat dukungan dari Honda dengan kemasan One Make Race (OMR),” lanjutnya.

Sejatinya kesempatan slalom menembus PON 2020 masih bisa dikuak, sama seperti balap motor yang sempat dicoret sejak Desember 2018.

“Tidak perlu memaksakan diri lah. Kami lebih fokus dengan program pembibitan dari kejuaraan nasional dan provinsi,” tandas Hariono.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783