Meniadakan Batasan Maksimal

racezone
racezone

SUDAH resmi dipertandingkan di PON 2020 Papua, balap motor dan motocross kemungkinan besar tidak lagi memberlakukan batasan usia untuk pembalap seperti penyelenggaraan sebelumnya di Riau dan Jawa Barat.

Kepastian balap motor dan motocross sebagai cabang olahraga di PON 2020 dipastikan melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Papua yang berlangsung 1 hingga 2 Mei 2019. Kedua nomor bermotor tersebut termasuk di antara 46 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Segera setelah mendapatkan kepastian, IMI Pusat melakukan gerak cepat dengan menyusun technical handbook balap motor dan motocross. Pedoman yang berisi hal-hal teknis dan non teknis tersebut juga sudah disebar ke semua provinsi.

“Fungsi technical handbook ini penting sebagai informasi awal untuk mempermudah koordinasi dan persiapan IMI Povinsi, sehingga olahraga bermotor PON 2020 terselenggara dengan lancar, tertib dan terarah,” demikian kata pengantar Ketua IMI Pusat, Sadikin Aksa, dalam technical handbook yang dibagikan.

“Namun demikian, technical handbook ini juga dapat diperbaharui secara bertahap, sesuai dengan perkembangan dari persiapan penyelenggaraan PON 2020,” tambahnya.

Seperti tertera dalam technical handbook, semua rangkaian persiapan PON 2020 diawali pendaftaran kualifikasi yang berlangsung sepanjang Juni 2019.

Kemudian September 2019, dilakukan pendaftaran ulang dan verifikasi atlet. Sesuai dengan ketentuan, perpindahan atlet antar provinsi harus dilakukan minimal satu tahun sebelum penyelenggaraan PON 2020.

Kualifikasi dijadwalkan berlangsung September 2019 di Jawa Barat. Pelaksanaan kualifikasi balap motor berlangsung 13 hingga 15 September di Sirkuit Sentul, berbarengan dengan kualifikasi motocross di Cibinong.

Sementara di Papua 2020, pertandingan balap motor berlangsung 21 hingga 24 September di Merauke. Sedangkan motocross digelar 27 hingga 30 September di Sirkuit Mopah Merauke.

Motocross sendiri mempertandingkan MX125 perorangan dan beregu, serta MX2 perorangan dan beregu. Dengan demikian, motocross di PON 2020 memperebutkan total 4 emas.

Kategori perorangan diikuti 20 provinsi/crosser yang terdiri dari 19 provinsi/crosser hasil kualifikasi, serta 1 wild card dari Papua. Sementara kategori beregu dengan kuota dua crosser, diikuti 9 provinsi dan 1 wild card dari Papua.

Kemudian kriteria peserta, baik kategori beregu maupun perorangan kelas MX125 dan MX2, diikuti pembalap berusia minimal 15 tahun keatas. Kriteria ini berbeda dengan technical handbook yang disusun dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) IMI Pusat 2018.

Sebelumnya dalam regulasi MX2, usia atlet dibatasi 15 hingga 17 tahun di nomor beregu dan perorangan, serta 18 tahun keatas beregu dan perorangan.

Selain tanpa batasan usia maksimal, kemungkinan besar motor yang digunakan adalah milik masing-masing provinsi.

Dalam technical handbook, hanya dituliskan peraturan teknis motor menyesuaikan peraturan FIM. Motor MX2 2T memiliki kapasitas minimal 100cc dan maksimal 125cc. Sedangkan motor MX2 4T berkapasitas minimal 175cc dan maksimal 250cc.

maniakmotor
maniakmotor

Tidak hanya motocross, technical handbook balap motor PON 2020 juga tidak menetapkan batasan usia maksimal. Dari empat kelas yang dipertandingkan, kriteria pembalap adalah minimal 10 tahun dan maksimal 50 tahun.

Adapun kelas yang dipertandingkan berupa bebek standar 150cc perorangan dan beregu, serta bebek standar 125cc perorangan dan beregu. Sama seperti motocross, balap motor memperebutkan 4 emas.

Sebelumnya dalam technical handbook produk Rakornis IMI 2018, terdapat tiga kelompok usia yang dipertandingkan. Mulai dari usia 16 hingga 50 tahun, 14 hingga 20 tahun, serta 10 sampai 16 tahun, baik di kategori beregu maupun perorangan.

Sementara di PON 2012 dan 2016, kelas 125cc beregu maupun perorangan dikhususkan pembalap yang berusia dibawah 23 tahun.

Tak mengherankan kalau banyak provinsi yang mempersiapkan pembalap berusia 16 hingga 17 tahun pasca PON 2016. Dengan demikian, usia mereka di PON 2020 masih memenuhi kriteria dibawah 23 tahun.

Kecuali batasan usia maksimal, kuota pembalap PON 2020 tidak berbeda dengan PON 2016. Di kategori perorangan 125cc dan 150cc, kuota peserta sebanyak 24 provinsi. 23 provinsi merupakan hasil kualifikasi, sedangkan sisanya wild card untuk Papua.

Kemudian dalam kategori beregu, kuota maksimal peserta berjumlah 12 provinsi dengan rincian 11 provinsi hasil kualifikasi dan 1 wildcard yang didapatkan tuan rumah.

Seperti PON 2008 hingga 2016, Papua sebagai tuan rumah PON 2020 juga diwajibkan mempersiapkan sepeda motor yang dilombakan untuk semua provinsi. Itu termasuk sejumlah suku cadang yang menyesuaikan kebutuhan balap.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783