Edy Bawa Pengalaman Baru Dari AXCR

SEKALIPUN sudah makan asam garam petualangan di atas motor, Edy Sudarmadi tetap memperoleh pengalaman berbeda dari Rally Asia Cross Country (AXCR) 2019.

Event sekelas AXCR memang belum pernah digelar di Tanah Air. Bahkan di Asia, hanya AXCR yang menyenggarakan event sejenis Rally Dakar ini.

Bedanya AXCR yang selalu diadakan setiap Agustus setiap tahun dan mulai dari Thailand ke negara lain ini berlangsung di daerah tropis. Mulai dari rute pegunungan, hutan, sungai, sisi pantai dan perkebunan.

Menginjak edisi 24, AXCR mengambil rute mengarah ke Myanmar sejak 11 Agustus 2019. Start dari Pattaya, Thailand, dan finish 16 Agustus di Naypidaw, Myanmar, dengan jarak sekitar 2.400 kilometer selama enam hari atau leg.

Dalam setiap leg, penyelenggara menyediakan masing-masing dua Special Stage (SS). Dengan demikian, semua peserta mesti melalui 12 SS.

Mengendarai KTM EXC 500, Edy sedianya peserta terakhir yang memperkuat Indonesia Cross Country Rally Team.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Selatan ini sekaligus melengkapi formasi Rudy Poa, Fathir Muchtar, Herry Cahyono dan Mufti Muis Karim, serta Wijaya Kusuma dan Memen Harianto dari divisi mobil.

Mereka bersaing melawan pembalap dari delapan negara dengan jumlah total 65 mobil dan 34 motor. Dalam perhitungan catatan waktu, penyelenggara tidak membedakan antara mobil atau sepeda motor. Demikian pula trek yang dilalui.

goffroad
goffroad

Berbeda dengan peserta lain, Edy baru kali pertama mengikuti AXCR. Di sisi lain, beberapa anggota Indonesia Team sudah pernah berpartisipasi, termasuk Rudy yang tercatat sudah lima kali AXCR.

“Oleh karena dibikin seperti Rally Dakar, AXCR berbeda dengan adventure trail. Tidak terdapat penanda jalur atau bantuan di tengah trek, sehingga ketepatan jalan bergantung dari kemampuan membaca tulip,” papar Edy.

Tak sedikit peserta tersesat, termasuk Rudy yang paling berpengalaman dari Indonesia Team. Dalam usaha kembali ke jalur, Rudy malah terkena penalti.

Medan yang keras juga membuat Mufti mengalami patah collar bone, setelah terjatuh di leg ketiga. Mufti akhirnya melewatkan leg keempat dan kelima, kendati masih bisa turun di leg keenam atau terakhir.

Pun lantaran banjir, leg keempat yang sedianya melewati perbatasan Thailand dengan Myanmar terpaksa dibatalkan. Peserta lantas langsung diarahkan menuju leg kelima.

“Meski sudah dibatalkan, kami tetap melalui trek banjir sepanjang 109,25 kilometer itu dengan bantuan mobil pandu,” jelas Edy.

“Alhamdulillah saya bisa finish dengan catatan waktu yang tidak begitu jelek. Sama seperti peserta lain, saya sempat terkendala kawat ban yang jebol di leg ketiga, tepatnya 50 kilometer setelah start,” imbuhnya.

Dalam klasemen akhir, Edy menempati peringkat 25 dengan total time 20:54:31 menit, atau setingkat di atas Rudy dan lima peringkat di atas Mufti.

Peserta terbaik dari Indonesia Team adalah Fathir yang menempati peringkat 17. Pemeran Abah Rama dalam sinetron ‘Anak Jalanan’ ini membukukan total time 15:01:03 menit.

Sementara Jakkrit Chawtale dari Thailand menempati peringkat teratas dengan total waktu 11:16:41. Melengkapi lima besar adalah Tadao Ezure, Yoshio Ikemachi, Kyle Robertson dan David Roper.

rodabalap
rodabalap

“Selain memang hobi, saya juga ingin mendapatkan pembelajaran baru dar AXCR. Faktanya AXCR merupakan bentuk rally yang bisa diadopsi, meski dalam jarak lebih pendek,” ungkap Edy.

“Hal paling berkesan adalah keakurasian jarak tempuh antara tulip ke tulip yang lain. Keakurasian ini banyak membantu pembalap dalam pembacaan tulip,” tambahnya.

Pun seperti Rally Dakar, kondisi trek tidak dirapikan atau malah dipersulit untuk menambah handycap. Semuanya murni sesuai kondisi alam sekitar.

“Setiap memasuki wilayah pemukiman penduduk, kami juga menemui masyarakat yang welcome. Artinya event ini tidak diganggu maupun mengganggu masyarakat,” bangga Edy.

“Peserta juga benar-benar berpetualang, karena jarak dari start menuju SS pertama dalam setiap leg, bisa mencapai 100 kilometer. Demikian pula finish SS kedua menuju tempat bermalam,” tandasnya.

Leave a comment

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783