Motor

Mengejar 1:05

SETELAH hujan sepanjang pengetesan motor, Jumat (23/9), cuaca lebih bagus memayungi Sirkuit Bukit Peusar di sesi latihan bebas balap motor PON XIX/2016 Jawa Barat. Sesi ini berlangsung 30 menit untuk masing-masing kelas.

Sebelum latihan bebas dimulai, beberapa petugas sirkuit terlihat bergerombol di tikungan 5 yang sempat dikeluhkan pembalap. Di sisi terendah tikungan, terdapat genangan air hujan cukup dalam.

Perbaikan tikungan 5 dengan membuat jalur air. Dengan demikian, air tidak menggenangi racing line, seandainya hujan turun lebat. Juga disediakan penyedot air, apabila saluran air tidak bekerja sempurna.

Alpian Riduan dan Iman Micko menjadi pembalap Kalimantan selatan pertama yang mengaspal, bersama 28 pembalap daerah lain di kelas 150cc beregu. Iman kemudian membukukan best time 1 menit 06,352 detik di lap di lap 13 untuk menduduki peringkat 14 tercepat.

Sedangkan Alpian yang terundi mendapatkan nomor motor 13 di kelas beregu, mengakhiri latihan bebas di peringkat 16 dengan best time 1 menit 06,402 detik di lap 18. …Detail

Bermotor Di Genangan

istimewa
istimewa

KESEMPATAN pengetesan motor di Sirkuit Bukit Peusar yang diinginkan mayoritas pembalap PON 2016, memang benar-benar kesampaian, Jumat (24/9) sore. Namun percobaan ini agak kurang maksimal, lantaran sesi 30 menit untuk masing-masing kelas tersebut diiringi hujan.

Dalam jadwal yang beredar sebelumnya, Panitia Pelaksana (Panpel) balap motor PON 2016 meniadakan pengetesan motor. Setelah briefing dan pengundian motor, Jumat (23/9), free practice selama 30 menit baru dilakukan keesokan harinya, sebelum semua pembalap menjalani kualifikasi.

Namun seiring keinginan semua peserta dan pertimbangan PB PON 2016, perubahan jadwal dipastikan dalam pertemuan teknis, Kamis (22/9) malam. Setelah pengundian motor, Jumat (23/9) siang, semua mekanik diperkenankan melakukan pengecekan motor, dilanjutkan pengetesan di sirkuit.
…Detail

Inilah Rider PON Kalsel 2016

SEJAK balap motor dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON), Kalimantan Selatan tidak pernah absen berpartisipasi. Sekarang di Jawa Barat 2016, giliran Alpian Riduan, Iman Micko, Ocvan Irfana, Maulana Noor Khairi dan Ricky Ismana yang unjuk kemampuan.

Pertama kali mentas di PON 2004 Sumatera Selatan, Kalsel menurunkan tiga pembalap terbaik Khairul Anwar, A Noval dan H Muhammad Rihan Variza. Kemudian di PON 2008, Rihan juga mengisi skuad balap motor Kalsel, selain H Ahmad Yudhistira dan Amrullah Zain.

Empat tahun berselang, Yudhistira kembali dipercaya memperkuat Kalsel di Riau 2012. Dengan reputasi peraih medali perak di PON sebelumnya, Yudhistira diutus bersama Iman Micko Eryandi, Ricky Ananda Nafarin dan HM Prayudha.

Tradisi lolos dan bertanding di PON berlanjut hingga 2016 di Jawa Barat. Untuk kali kedua Iman memperkuat Kalsel, bersama Alpian, Ocvan, Maulana dan Ricky. Dengan komposisi yang berbeda, tujuan mereka tetap sama-sama meraih prestasi. Berikut profil singkat rider-rider Kalsel di PON 2016.

…Detail

Melawan Cuaca

MESKI persiapan fisik sudah bagus, tetap saja perubahan cuaca dari Banjarmasin ke Tasikmalaya sedikit mengganggu pembalap Kalimantan Selatan yang segera bertanding di PON 2016 Jawa Barat.

Termasuk dalam kelompok terbang terakhir dari kontingen Kalsel ke PON 2016, lima pembalap beserta sejumlah kru dan mekanik balap motor terbang ke Bandung, Selasa (20/9). Setibanya di Bandung, perjalanan dilanjutkan menggunakan jalur darat menuju Tasikmalaya.

…Detail

Menunggu Gebrakan Underdog

bandung ekspres

TETAP menggunakan Sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya sebagai venue balap motor PON XIX/2016, memunculkan prediksi kalau sang peraih emas bukan berstatus pembalap unggulan.

Sebelum menuju Bukit Peusar, balap motor seyogyanya digelar di Sirkuit Gery Mang Subang. Namun akibat berbagai kendala, balap motor dipindahkan ke Bukit Peusar, bukan Sirkuit Sentul yang notabene lebih familiar untuk banyak pembalap nasional.

“Kami memilih Tasikmalaya, karena punya sirkuit yang layak digunakan untuk pertandingan sekelas PON. Hal ini juga membuat standar sirkuit di Jawa Barat semakin merata,” jelas Ketua Panpel PON 2016, Rio Teguh, seperti dilansir Radar Tasikmalaya. …Detail

Klaim Siap 90 Persen

KESIAPAN Sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya venue balap motor PON XIX/2016, diklaim sudah mencapai 90 persen. Sebelum pertandingan dimulai 23 September, 10 persen tersisa sudah dicapai.

Persiapan Sirkuit Bukit Peusar memang cukup mepet, mengingat penunjukan venue baru dilakukan awal 2016. Penunjukkan dilakukan setelah Sirkuit Gery Mang Subang mengalami kendala teknis dan tidak siap menjadi tuan rumah.

“Untuk pelaksanaan PON 2016, sirkuit diubah sekitar 30 persen dengan pemanjangan lintasan dari semula 1.137 meter menjadi 1.266 meter dan lebar lintasan bervariasi,” jelas panitia balap motor, Rio Teguh, Kamis (15/9).

Sebelumnya juga sudah dibangun tribun permanen yang bisa menampung sekitar 6.000 penonton di beberapa titik, “Sekarang hanya tinggal menambah sarana prasarana pendukung, seperti tenda dan motor untuk pembalap,” sambung Rio.

Semula pemilihan Bukit Peusar dianggap menguntungkan tuan rumah, lantaran tidak terlalu familiar. Banyak yang menginginkan balap motor dilangsungkan di Sirkuit Sentul.

“Pemilihan Bukit Peusar juga untuk meningkatkan grade venue tersebut, sehingga Jabar memiliki empat lintasan balap motor berstandar nasional. Terlebih Tasikamalaya sebelumnya tidak menjadi tuan rumah cabang olahraga apapun,” tukas Rio.

Selain mempersiapkan lintasan, panitia juga sudah melakukan memastikan ketersediaan sepeda motor yang digunakan bertanding.

“Persiapan kendaraan sudah hampir 95 persen. Mulai 17 dan 18 September, pemasangan suspensi spesifikasi balap. Sehari kemudian ban sudah dipasang dan motor dikirim ke venue 20 September,” jelas Rio.

Motor yang digunakan adalah Honda Blade 125 Fi dan Honda Sonic 150. Spesifikasi tambahan lain adalah suspensi belakang Kayaba, ban FDR dan pelumas dari Federal Oil.

Tidak Pandang Lawan

SEUSAI melakoni berbagai persiapan, pembalap motor Kalimantan Selatan sudah siap fisik dan mental untuk bertarung di PON XIX/2016 Jawa Barat.

Persiapan cukup keras memang sudah dilakukan Alpian Riduan cs, setidaknya dalam enam bulan terakhir. Mulai dari latihan fisik yang biasanya diisi dengan triathlon, hingga latihan bersama motor.

Sesuai jadwal yang disusun PB PON 2016, balap motor dipertandingkan mulai 23 hingga 25 September 2016 di Sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya. Dijadwalkan 20 September 2016, pembalap Kalsel bertolak ke Tasikmalaya. …Detail

Bagus Untuk Belajar

HASIL bagus memang belum dipetik crosser muda Kalimantan Selatan di Kejurnas Motocross 2016 putaran sepuluh di Sirkuit Tambakrejo Yogyakarta, Minggu (4/9). Namun setidaknya itulah pengalaman berharga yang diperoleh.

Mengusung bendera War Speed IMI Kalimantan Selatan, Bumi Lambung Mangkurat diwakili Pippo Ardecca di kelas Special Engine (SE) 50cc, serta M Raihan dan M Rofit Ahsan yang bertanding di SE 65cc. Kalsel juga memiliki crosser di kelas MX2 novice yang didelegasikan kepada M Dicky Prayoga. …Selanjutnya

Tidak Takut Hujan

MESKI sedang tidak terdapat event balap, Lapangan Murdjani Banjarbaru diriuhkan raungan knalpot motor balap sejak pagi, Minggu (28/8). Suasana itu pun menarik perhatian beberapa warga yang kebetulan melintas.

Keriuhan tersebut tidak lain aktivitas latihan pembalap-pembalap Kalimantan Selatan yang sedang mempersiapkan diri menuju PON 2016. Itulah latihan lengkap yang dilakoni Alpian Riduan cs. …Selanjutnya

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783