Event Nasional

Menunggu Gebrakan Underdog

bandung ekspres

TETAP menggunakan Sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya sebagai venue balap motor PON XIX/2016, memunculkan prediksi kalau sang peraih emas bukan berstatus pembalap unggulan.

Sebelum menuju Bukit Peusar, balap motor seyogyanya digelar di Sirkuit Gery Mang Subang. Namun akibat berbagai kendala, balap motor dipindahkan ke Bukit Peusar, bukan Sirkuit Sentul yang notabene lebih familiar untuk banyak pembalap nasional.

“Kami memilih Tasikmalaya, karena punya sirkuit yang layak digunakan untuk pertandingan sekelas PON. Hal ini juga membuat standar sirkuit di Jawa Barat semakin merata,” jelas Ketua Panpel PON 2016, Rio Teguh, seperti dilansir Radar Tasikmalaya. …Detail

Klaim Siap 90 Persen

KESIAPAN Sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya venue balap motor PON XIX/2016, diklaim sudah mencapai 90 persen. Sebelum pertandingan dimulai 23 September, 10 persen tersisa sudah dicapai.

Persiapan Sirkuit Bukit Peusar memang cukup mepet, mengingat penunjukan venue baru dilakukan awal 2016. Penunjukkan dilakukan setelah Sirkuit Gery Mang Subang mengalami kendala teknis dan tidak siap menjadi tuan rumah.

“Untuk pelaksanaan PON 2016, sirkuit diubah sekitar 30 persen dengan pemanjangan lintasan dari semula 1.137 meter menjadi 1.266 meter dan lebar lintasan bervariasi,” jelas panitia balap motor, Rio Teguh, Kamis (15/9).

Sebelumnya juga sudah dibangun tribun permanen yang bisa menampung sekitar 6.000 penonton di beberapa titik, “Sekarang hanya tinggal menambah sarana prasarana pendukung, seperti tenda dan motor untuk pembalap,” sambung Rio.

Semula pemilihan Bukit Peusar dianggap menguntungkan tuan rumah, lantaran tidak terlalu familiar. Banyak yang menginginkan balap motor dilangsungkan di Sirkuit Sentul.

“Pemilihan Bukit Peusar juga untuk meningkatkan grade venue tersebut, sehingga Jabar memiliki empat lintasan balap motor berstandar nasional. Terlebih Tasikamalaya sebelumnya tidak menjadi tuan rumah cabang olahraga apapun,” tukas Rio.

Selain mempersiapkan lintasan, panitia juga sudah melakukan memastikan ketersediaan sepeda motor yang digunakan bertanding.

“Persiapan kendaraan sudah hampir 95 persen. Mulai 17 dan 18 September, pemasangan suspensi spesifikasi balap. Sehari kemudian ban sudah dipasang dan motor dikirim ke venue 20 September,” jelas Rio.

Motor yang digunakan adalah Honda Blade 125 Fi dan Honda Sonic 150. Spesifikasi tambahan lain adalah suspensi belakang Kayaba, ban FDR dan pelumas dari Federal Oil.

Tidak Pandang Lawan

SEUSAI melakoni berbagai persiapan, pembalap motor Kalimantan Selatan sudah siap fisik dan mental untuk bertarung di PON XIX/2016 Jawa Barat.

Persiapan cukup keras memang sudah dilakukan Alpian Riduan cs, setidaknya dalam enam bulan terakhir. Mulai dari latihan fisik yang biasanya diisi dengan triathlon, hingga latihan bersama motor.

Sesuai jadwal yang disusun PB PON 2016, balap motor dipertandingkan mulai 23 hingga 25 September 2016 di Sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya. Dijadwalkan 20 September 2016, pembalap Kalsel bertolak ke Tasikmalaya. …Detail

Bagus Untuk Belajar

HASIL bagus memang belum dipetik crosser muda Kalimantan Selatan di Kejurnas Motocross 2016 putaran sepuluh di Sirkuit Tambakrejo Yogyakarta, Minggu (4/9). Namun setidaknya itulah pengalaman berharga yang diperoleh.

Mengusung bendera War Speed IMI Kalimantan Selatan, Bumi Lambung Mangkurat diwakili Pippo Ardecca di kelas Special Engine (SE) 50cc, serta M Raihan dan M Rofit Ahsan yang bertanding di SE 65cc. Kalsel juga memiliki crosser di kelas MX2 novice yang didelegasikan kepada M Dicky Prayoga. …Selanjutnya

Tidak Takut Hujan

MESKI sedang tidak terdapat event balap, Lapangan Murdjani Banjarbaru diriuhkan raungan knalpot motor balap sejak pagi, Minggu (28/8). Suasana itu pun menarik perhatian beberapa warga yang kebetulan melintas.

Keriuhan tersebut tidak lain aktivitas latihan pembalap-pembalap Kalimantan Selatan yang sedang mempersiapkan diri menuju PON 2016. Itulah latihan lengkap yang dilakoni Alpian Riduan cs. …Selanjutnya

Langsung Dipimpin Ketua

TIDAK keliru kalau organisasi olahraga memang seharusnya dipimpin mantan atlet, atau setidaknya penggemar cabang olahraga terkait. Itulah yang diperlihatkan Edy Sudarmadi.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Selatan itu dipastikan berpartisipasi di Kejurnas Motocross putaran kesepuluh di Sirkuit Tambakrejo Yogyakarta, Minggu (4/9).

Edy yang notabene menjadi pembalap semasa muda, serta nyaris selalu berpartisipasi di event-event offroad adventure dan adventure trail, berpartisipasi di kelas eksekutif B.

Namun Edy tidak sendiri, karena juga diserta crosser lain. Mereka bukan dari kalangan senior, melainkan calon-calon crosser muda Bumi Lambung Mangkurat. …Detail

Tambah Dominan

KIPRAH speed offroader Kalimantan Selatan semakin konsisten ciamik. Itu dibuktikan hasil kejuaraan umum Indonesia Xtremen Offroad Racing (IXOR) 2016 putaran kedua di Sirkuit Paramount Serpong BSD City, Minggu (7/8).

Konsistensi tersebut salah satunya diperlihatkan H Samsudin. Selalu tampil cepat dan unggul di mayoritas 6 SS sepanjang 4,2 kilometer, punggawa Jhonlin Racing Team (JRT) ini kembali menjadi kampiun overall.

Sukses Samsudin juga diikuti Joni Samsudin. Putera Samsudin ini bahkan sempat mengalahkan Rifat Sungkar untuk memperebutkan peringkat kedua. …Detail

Mengejar Setoran

SEMPAT kurang maksimal di seri kedua, rombongan pembalap Kalimantan Selatan seperti mengejar setoran di seri ketiga Kejurnas MotorPrix Region IV Kalimantan 2016 di Sirkuit Bumi Rahayu, Bulungan, Kalimantan Utara, Minggu (7/8).

Performa apik diperlihatkan Alpian Riduan. Pentolan Borneo Racing Team PT MJB membalas kegagalan di seri kedua dengan memenangi MP1 di seri ketiga.

Penampilan Alpian terbilang paling meyakinkan, mengingat balapan di atas motor 150cc tersebut dimulai dari posisi start kelima.

Sempat mencatatkan fastest lap yang menjadi rekor kecepatan di Bumi Rahayu dengan catatan waktu 50,516 detik, Alpian finish terdepan. …Detail

Tinggal Bawa Badan

TIDAK seperti kualifikasi, pelaksanaan putaran final balap motor di PON Jawa Barat 2016 lebih dipermudah. Pembalap dari 31 provinsi hanya tinggal datang, lantaran semua unit motor disediakan.

Sebelumnya di kualifikasi yang berlangsung di Sirkuit Karting Sentul, setiap provinsi diharuskan menebus dua unit motor, serta biaya penggantian beberapa spare part.

Dengan biaya sekitar Rp45 juta, setiap provinsi peserta mendapatkan satu unit Yamaha MX King untuk kelas 150 cc dan Honda Blade FI 125 di kelas 125cc.

Dari hasil kualifikasi tersebut, Kalimantan Selatan meloloskan pembalap di kategori perorangan dan beregu kelas 150cc, serta kategori perorangan kelas 125cc U-20.

Sementara untuk putaran final yang berlangsung di ke Sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya, sistem dan peralatan sedikit berbeda. …Detail

  • IMI KALSEL

    JL. Mistar Cokrokusumo No 14 RT 013 RW 003 Sungai Besar - Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan 70174 +62 511 4777 837 / Fax +62 511 4772783